DeaR,

Rasa kecewa yang terselip di dada ini sepatutnya tidak aku rasakan, karena rasa kecewa itu ada karena hasil ulahku sendiri….

Aku melihat sesuatu yang tidak seharusnya aku ulik-ulik lagi dan tidak kucari-cari lagi hanya karena satu alasan “penasaran”, “seperti apa si dia?”, dan pada akhirnya aku melihatnya dengan jelas,jelas dan jelas tidak sekedar mereka-reka atau menebak-nebak “how does she look???” .

Ouwww ouwww ouwww…..ternyata “dia” begitu mirip denganku, secara perawakan, berjilbab juga, kecil, berkacamata, dan berkulit putih juga ( ya iyalah….orang “seberang” ). Mungkin ciri fisik ini yang membuat aku sedikitnya cemburu, kecewa atau apalah….. :-(.

Aaahhh andaikan aku dan pasanganhidupku langsung bertemu tanpa membawa masa lalu masing-masing yang terpatri dengan sejuta warna dan kenangan, pastinya aku tidak merasa seperti ini dan aku tidak pula berlaga bak detektif mencari tahu, tahu dan mengulik-ngulik ( something stupid ).

Tapi siapa yang tidak punya masa lalu? semua orang pastinya punya. Dan mengapa harus ada masalalu?