Sejak Menikah, semuanya memang berubah, yang tadinya kita punya buah pikiran satu, kini buah pikiran itu jadi dua, yang tadinya punya satu kepala jadi dua kepala, yang tadinya punya satu hati jadi punya dua hati, dan yang tadinya kita punya keiginan sendiri sekarang jadi punya keinginan berdua…pokoknya sekarang semua serba berdua deh.

Sama halnya dengan yang aku alami, sejak menikah kehidupanku otomatis berubah total…hal yang lucu saat pertama kali bangun pagi setelah menikah, kagetnya bukan main karena disamping kita ada “manusia” baru yang ada di sebelah kita, untungnya saat itu ga menjerit ketakutan….πŸ™‚, yang pada akhirnya aku hanya bisa tersenyum dan berkata “ini kan suamiku…”. Ada juga saat-saat lucu lainnya, ketika aku sampai sekarang masih suka kebingungan buat urusan memasak, selalu kepikiran hari ini mau masak apa ya biar suamiku semangat makannya, trus kalo ga masak, beli lauk apa ya yang cocok untuk suamiku, padahal si suamiku ga pernah menuntut banyak,hehehe.

Selain saat-saat yang lucu juga ada saat-saat dimana aku harus mengalami “penyesuaian” dengan segala hal yang berbau suami, yang terkadang membuat pertengkaran hebat antara kita pada awal-awal pernikahan, jadi saat-saat yang tak terlupakan dan manjadi pembelanjaran yang berharga buat kita berdua. Juga saat-saat aku harus berkompromi dengan apa yang menjadi kebiasaan suami, yang memang tidak bisa dirubah, begitu juga sebaliknya dengan suami, semua itu jadi proses pendewasaan, pembelajaran serta toleransi yang tinggi antar kita berdua. Ketika suami dan aku yang cenderung bertipe keras sedang keluar keras-kerasnya….salah satu dari kita harus ada yang mengalah, entah itu aku atau suami. Ketika egois tengah melanda hati, aku harus mampu mengendalikan dan menata serta mampu berfikir terbalik, bagaimana kalo aku berada di posisi suamiku…..semua peristiwa-peristiwa tersebut benar-benar telah merubah segala kepribadianku, egoisku, keras kepalaku, rasa mau menang sendiri, de-el-el yang jelek-jelek deh perlahan mulai menurun dan mulai dapat aku kendalikan….πŸ™‚. Alhamdulillah…..Ya Allah karena Engkau Telah begitu baik memberikan aku pendamping hidup yang mampu memimpin dan membimbing aku selama ini….semoga akan terus selamanya…..Amin.

Sejak Menikah juga aku mempunyai dua keluarga besar sekaligus, yaitu keluarga besar aku dan keluarga besar suami, dimana keluarga besar kami mempunyai adat-istiadat dan kebiasaan yang jauh bertolak belakang. Aku dan Suami dituntut menjadi sarana penengah, netral agar tidak terjadi kesalahpahaman yang tidak perlu terjadi….πŸ™‚,Β ,.sungguh dibutuhkan kedewasaan, keikhlasan dan pengertian yang tinggi dalam menghadapi hal ini…..itu yang aku alami dengan suami Kuncinya satu : Kita harus selau kompak….!, Seiya dan Sekata. Hasilnya? Alhamdulillah……sampai dengan saat ini kita dapat menjaganya dengan baik….Amin. Semoga seterusnya juga ya….πŸ™‚,hehehehe. Dan satu lagi yang paling penting…..adalah Jangan Pernah Berat Sebelah…semua adalah sama, karena keluarga aku, keluarga suami aku juga, keluarga suami keluarga aku juga. Dan semua adalah orang tua kita berdua, yang harus kita hormati,kita sayangi dan kita hargai….πŸ™‚.

Itulah sekelumit kisahku sejak menikah. Yang aku rasakan sekarang, aku jauh lebih dewasa, ke-egoisanku jauh berkurang, emosiku jauh lebih terkendali, aku jauh lebih tenang sekarang, lebih mudah memahami dan jauh lebih pengertian dari sebelumnya….Semua itu adalah anugerah & nikmatΒ  yang telah diberikan Allah kepadaku…..Amin.πŸ™‚.