DeaR,

Hari ini aku belajar sesuatu orang lain….tanpa sengaja atau merupakan kalimat sindiran yang ditujukan kepada diriku.

Menceritakan apa yang kita rasakan ternyata mempunyai etika tersendiri, terlebih lagi saat kita menceritakan apa yang kita punya. Tanpa sadar kita menjadi terkesan pamer apabila menceritakannya yang mungkin bagi orang lain terlalu berlebihan,tapi kadang aku berfikir, tidakkah boleh kita merasa bangga atas keberhasilan kita??? sampai terkadang saking bangganya kita tunjukkan kepada dunia ( difoto gitu & dipajang di blog-blog pribadi ).

Kadang kita ngerasa seneng dengan keberhasilan “dia” saat itu, tapi kadang aku juga merasa iri dengan keberhasilan “dia”…manusia ga ada puasnya ya..

Sekarang justru aku merasa…aku yang di iriin sama “dia”, sampe ada suatu kalimat yang aku baca yang bikin aku ngerasa ga enak tapi campur marah n kesel juga…dengan pikiran “loh???waktu dulu “dia” juga melakukan hal yang sama denganku malah sampai ditunjukkannya lengkap dengan foto??? yang bikin aku kadang iri juga..tapi aku ga komen tu dan sampe harus mengeksposnya di ruang publik?.

Tapi dari semua itu diatas, aku belajar bahwa mungkin apa yang aku sampaikan saat ini telah menyinggung perasaannya yang mungkin sedang down. dan mulai sekarang aku ga bakal “mengumumkan” lagi keberhasilanku. dan lagi sekarang aku juga belajar, apabila suatu saat aku merasakan apa yang “dia” rasakan sekarang mungkin aku akan mengatakan hal yang sama, sama seperti apa yang  “dia” rasakan saat ini….