Dear All Friends,

Sebuah pembelajaran lagi untuk kita….sebagai ibu, agar dapat lebih rasiional dalam pemberian asupan ke bayi kita, sesuai dengan usianya dan keadaan pencernaannya.

Bahwa ada ungkapan ” kalo bayi menangis terus menerus berarti masih lapar, ASInya ga cukup, ASInya kurang dsbnya, sehingga harus dikasih makan pisang biar kenyang trus bisa diam dan tidur, adalah SALAH BESAR!!!!! ” . Jangan hanya berfikiran sempit, “itu dari orangtua jaman dulu yang sudah berpengalaman, dan pasti pendapat orangtua yang terbaik ” , tapi hendaknya kita terus MAU BELAJAR DAN MEMBUKA DIRI, agar kesalahpahaman, ketidaktahuan bisa diluruskan dan sekali lagi menghindari hal-hal seperti ini terjadi, dan tidak terjadi pada anak kita.

Mohon Maaf kalo ada kata2 yang salah…sungguh aku menangis mambaca kisah nyata ini

Mungkin masih inget cerita saya di milist ini tentang baby usia2hr yang disuapi pisang dan akhirnya rawat inap di RS.
Baby laki2 itu diberi nama Ahmad nur Syamsudin Utama (Tama).Tama meninggal dunia pada tgl 3Feb kemarin.

Setelah beberapa hari rawat inap di RS, Tama divonis dokter menderita kelainan sejak lahir. Yaitu dinding usus deket anus tidak berselaput, jadi tidak bisa pup sendiri dan harus diselang dan dipompa. Karena itu Dokter memutuskan untuk melakukan operasi sedini mungkin agar Tama bisa tumbuh normal.

Sebenarnya kami agak ragu dengan operasi tersebut karena setahu saya Tama pernah pup sendiri (2x) tanpa diselang yakni sebelum dan selama dirawat di RS. Akhirnya saya menyarankan untuk melakukan penundaan operasi selama beberapa hari agar kami bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan observasi lebih jauh dan saya sempet terpikir untuk mencari second opinion.
Tapi dokter meyakinkan bahwa itu hanya operasi kecil disekitar anus saja dan penundaan operasi dikhawatirkan akan terjadi infeksi.
Mendengar penjelasan seperti itu akhirnya membuat ibunya Tama pasrah dan menandatangani ijin operasi.

Tetapi sepertinya operasi itu tidak bisa dibilang operasi kecil, karena operasinya berlangsung sangat lama (dari pagi hingga sore). Pasca operasi, kondisi Tama ternya makin memburuk, terjadi infeksi pada luka bekas operasi. Akhirnya dokter menyuntikan antibiotik dosis tinggi dengan harapan luka tersebut cepat kering. Tapi rupanya Tuhan berkehendak lain. Infeksi Tama merambat sampai ke paru2. 9 hari pasca operasi, Tama menghembuskan napas terakhirnya.

Kondisi Tama sangat menyedihkan, bahkan mungkin bisa membuat semua orang yang melihatnya menitikkan air mata. Dengan jarum infus dikepala, mata di plester, hidung tertutup selang oksigen, dia harus puasa berhari2 dari menjelang operasi hingga meninggal (9hr),pernah dia diperbolehkan minum asi ibunya1x pakai botol tapi kemudian perutnya kembung jadi harus puasa lagi sampai menjelang ajalnya dia baru boleh minum asi lagi 1x (pakai botol juga), suhu badannya pun tinggi. Tama tidak bisa merasakan dekapan sang ibu sejak masuk RS hingga dia meninggal.
Subhanallah, baby sekecil itu sudah harus menanggung penderitaan sedemikian hebat.Dia hanya bisa menangis saat merasa haus dan kesakitan.

Saya atas nama keluarga besar Tama mengharapkan doa dari moms semuanya, semoga Tama mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Amin.