</a

DeaR,
Seperti yang udah diceritain sebelumnya di
sini . Pulang dari liburan di Bandung, perjalanan sorenya badan Haidar demam tinggi tepatnya minggu sore. Awalnya aku ga terlalu khawatir, karena aku pikir seperti demam-demam sebelumnya yang langsung turun tidak lebih dari 3 hari. Here it is the story :

Minggu, 7 November 2010
Dalam perjalanan pulang ke Jakarta dari Bandung, Haidar mendadak demam tinggi selepas Ashar, aku coba ukur suhunya ternyata 38.3 dercel, Haidar masih aktif dan masih ngoceh- ngoceh seperti biasa kayak burung emprit,hehehe. Aku masih tenang-tenang aja. Sampai rumah sekitar jam 7 malam, badan Haidar aku pegang masih panas juga, coba aku ukur lagi, suhu tubuhnya tetap di 38.3 dercel,akhirnya aku coba Haidar untuk di kompres hangat, sepanjang malam aku terjaga, panas Haidar tetap ga menurun. Tepatnya jam 2 tengah malam, Haidar terbangun dan nangis marah-marah, aku ukur lagi suhunya naik lagi jadi 39,6, aku dah mulai khawatir selain aku kompres dengan air hangat, Haidar aku kasih parasetamol sesuai dosis, yaaa….2x aku coba kasih parasetamol, 2x itu juga dia muntahkan alias ditolak.๐Ÿ˜ฆ. Akhirnya jalan satu-satunya dengan kompres air hangat terus-2an plus ditawarin minum susu. Haidar tidur dengan gelisah.

Senin,8 November 2010
Pagi sekitar jam 6an, Alhamdulillah panas Haidar sudah menurun, sekitar 37.5, dan berharap panasnya nanti siang akan turun. Tapi feeling aku mengatakan, ini belum berakhir, dilihat dari perilakunya Haidar, walaupun masih aktif dan cerewet cuman Haidar lebih suka hanya tidur2an di tempat tidur. Berangkat ke kantor dengan setengah hati. Siang,menjelang makan siang, tiba-tiba ibu telp, bilang kalo Haidar suhu tubuhnya naik lagi di 38.5 dercel, masih berusaha tenang, aku suruh ibu untuk memberikan Haidar parasetamol sesuai dosis plus kompres dengan air hangat, ibu juga bilang kalo makannya Haidar ga banyak seperti biasanya. Sepanjang hari itu aku bolak-balik telp rumah, kata Ibu,Alhamdulillah sejak diberi parasetamol suhu tubuhnya sudah menurun sedikit. Pulang dari kantor, sekitar jam 6 sore, aku liat kondisi suhu badan Haidar masih panas, aku ukur suhunya masih di 38 dercel. Aku amatin seluruh tubuhnya, termasuk giginya, tidak ada pertambahan gigi,semua baik-baik aja.
Malemnya, saat aku kira suhu tubuh Haidar akan membaik, yang terjadi malah sebaliknya suhu tubuhnya naik lagi, aku ukur sekitar 38,5 dercel. Dan Haidar mulai gelisah lagi, minta susu terus, tiap beberapa jam bangun, nangis,bangun,nangis. Sepanjang Haidar gelisah, aku bergantian ngompres Haidar dengan air hangat, suhu tubuhnya sempat turun sebentar di 38 dercel. Sedikit lega, tapi berikutnya tepat jam 3 pagi, Haidar kebangun lagi dan nangis minta gendong, diminumin susu nolak, aku ukur suhu tubuhnya, ternyata naik lagi jadi 39,6 seperti malam sebelumnya. Buru-buru aku berikan parasetamol, Ahamdulillah kali ini Haidar mau.

Selasa,9 November 2010
Tidak seperti biasanya, pagi ini Haidar terlihat tidak bersemangat seperti biasanya, dia hanya tidur2an di tempat tidur, cerewet masih, tapi dah males lari-larian seperti biasanya. Aku ukur suhu tubuhnya Alhamdulillah turun di 37,6 dercel. Aku rendam Haidar air hangat saat mandi. Alhamdulillah suhu tubuhnya sudah mulai menurun menjadi 37 dercel. Aku berangkat ke kantor dengan hati sedikit lebih tenang dari hari sebelumnya. Siang, menjelang makan siang aku telp kerumah, ibu bilang sepertinya tenggorokan Haidar sakit, hari ini Haidar tidak mau makan samasekali, makan pudingpun (aku bikinin puding coklat favoritnya) hanya sedikit, begitupun buah juga begitu, padahal Haidar pencinta buah. Namun suhu tubuh Haidar sudah normal, malah diukur ibu sudah 36 dercel. Alhamdulillah. Pulang dari kantor, aku ukur suhu tubuh Haidar, kali ini suhunya berada di 37 dercel, masih cukup normal kupikir. Ternyata suhu tubuh Haidar ini tidak bertahan lama, karena menjelang malam, seperti malam sebelumnya suhu tubuh Haidar naik lagi persis sama kejadiannya. Aku mulai lebih aware, karena batas demam 72 jam berakhir besok sore.๐Ÿ˜ฆ.

Rabu,10 November 2010
Pagi ini kuputuskan untuk tidak masuk kantor. Aku ingin memonitor langsung dan mengobservasi langsung kondisi Haidar. Perasaan hati mulai cemas, suhu tubuh Haidar masih di seputar 38 – 38,5 dercel.๐Ÿ˜ฆ. Dan hari ini hanya mau minum susu saja, air jeruk, buah, ataupun puding dia ga mau.๐Ÿ˜ฆ. Perilakunya udah bener-bener ga ceria, minta gendong terus sepanjang hari dan tidur2an. Aku mulai sibuk mendaftar dokter dan tanya sana-sini, karena demam Haidar belum tahu karena apa alias tidak ada tanda-tanda. Sampai baca2 buku bunda wati, materi PESAT, dan suspect utama Haidar : Roseola atau ISK? aku lebih cenderung ke Roseola, karena membaca ciri-ciri ISK, hanya pas di demam tinggi aja. Wira-wiri BBM Indah dan Resti . Dari tanya-tanya dokter, karena waktu itu mau booking dr.Endah Citraresmi di KMC ternyata penuh, sampe sakit roseola yang pernah dialami Nico. Bener-bener ilmu RUM yang udah aku dapatkan di PESAT diuji dan kadang ilang gitu aja, kalo panik dah dateng, ditambah lagi ibu dirumah udah ikutan ribut…(ya wajaar, cucu pertama dan kesayangannya sakit, dibilang aku tega sama anak, ga cepet2 bawa kedokter๐Ÿ˜ฆ ).
Hal pertama hari itu aku pikirkan adalah dapet booking ke dokter (jaga-jaga kalo demam haidar lebih dari 72jam), dan hal kedua terus amati suhu tubuh Haidar dan perilakunya. Alhamdulillah akhirnya dapet booking dokter juga ke dr.Endah Citraresmi di KMC (thanks banget dok, ijinkan untuk konsul walpoun dh penuh, dan akhirnya malah batal kedokter :)). Makasi mama Resti yang telah memberikan masukan untuk sms dr.Endah๐Ÿ™‚. Makasi juga buat Indah, yang udah kasih info alternatif dokter,kalau2 dr.Endah ga bisa.
Menjelang sore, pas ashar dan suhu tubuh Haidar menurun di 37 dercel dan berangsur turun lagi menjadi 36.3 dercel pas waktu mau ke dokter. Akhirnya aku dan suami, memutuskan untuk tidak jadi membawa Haidar ke dokter, dengan tetp memperhatikan perilakunya.

Kamis, 11 November 2010
Alhamdulilah kondisi Haidar bener-bener dah pulih. Haidar dah kembali aktif, dah mau lari-larian. Senangnyaaaa…..! yang bikin tambah lega adalah, Alhamdulillah aku udah tau penyebab Haidar demam tinggi, waktu Haidar aku mandiin, di sekitar pungggung, dada, leher dan pantat muncul ruam-ruam atau rash. Ahhh…Haidar terkena Roseola ternyata, seperti dugaanku sebelumnya…๐Ÿ™‚.

Roseola

Apa itu roseola? pengertian roseola dari kidshealth .
dan pengertian dari Mayo Clinic (udah diartiin) adalah sebagai berikut :

Roseola adalah penyakit yang disebabkan oleh virus jinak yg mnjangkiti bayi dan anak2 kecil. Roseola ini menyebabkan suhu badan yg meningkat selama beberapa hari, yang kemudian akan timbul bintik2merah di tubuh.Dua tipe virus herpes menyebabkan roseola yang biasanya menyerang anak-anak yg berumur antara 6 bulan hingga 3 tahun, walaupun terkadang menyerang dewasa juga. Hal ini sangatlah wajar, dan pada kenyataannya sebagian besar anak-anak pasti pernah terinfeksi virus ini pada saat mereka memasuki usia sekolah.Ada sebagian anak yg mengalami roseola ringan (tanpa adanya gejala penyakit), sementara sbagian lainnya menunjukkan gejala dan tanda2 adanya roseola ini.

Infeksi dapat terjadi pada saat kapanpun.Roseola bukanlah penyakit berat. Jarang sekali terjadi komplikasi jika tubuh mencapai suhu yang tinggi. Penanganannya cukup dengan intirahat,cairan, dan obat-obatan

Tanda- tanda dan Gejala
Biasanya tanda dan gejala terinfeksi akan timbul 1 atau 2 minggu
setelah anak Anda mengalami roseola dan terinfeksi virus – jika memang tanda dan gejala muncul (tidak selalu muncul).

Berikut gejala2 roseola:
Demam. Roseola biasanya diawali dengan demam, sering hingga 103 derajat farenheit/ 39 derajat Celcius. Selain itu,biasanya anak juga mengalami tenggorokan kering dan idung meler (pada saat atau sebelum
mengalami demam). Selain itu amandel membengkak juga mungkindialami bersamaan saat demam. Demam berlangsung selama 3 – 7 hari.
Bercak merah di tubuh (Rash).
Setelah demam mereda, akan timbul bercak merah di tubuh (walaupun tidak selalu). Rash ini berbentuk bintik-bintik atau bercak merah muda yang rata (flat) atau timbul(raised) . Bercak tersebut kadang dikelilingi oleh garis putih. Bercak akan timbul pertama kali di pundak, punggung dan perut, lalu menyebar ke leher dan lengan. Bercak2 ini tidak harus sampai ke kaki dan muka. Bercak ini tidak menyebabkan gatal dan tidak mengganggu penderita, dan akan hilang dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari.
Gejala-gejala roseola lainnya:Kelelahan, Rewel, Diare ringan, Nafsu makan menurun, Kelopak mata bengkak

Penyebab
Penyebab roseola yang paling sering adalah virus herpes tipe 6 (HHV6)atau HHV7. Virus-virus herpes tersebut berhubungan tetapi berbeda dengan virus herpes yang menyebabkan tenggorokan kering dan
herpes genital. Seperti penyakit lainnya yg juga diakibatkan oleh virus, contohnya flu, roseola menular melalui air ludah. Contoh, seorang anak yg sehat dapattertular jika menggunakan gelas minum,yang sama dengan anak yg sedang mengalami Roseola, anak yg sehat tersebut dapat tertular.Roseola mudah menular walaupun pada tubuh penderita tidak timbul bercak. Ini artinya, seorang anak yg sedang demam namun belum kelihatan roseola tetap berpotensi untuk menularkan penyakit ini kepada anak lain.Untuk itu, berjaga-jagalah dari kemungkinan anak anda mengalami roseola jika dia berinteraksi dengan anak alinnya yg memiliki penyakit tersebut karena proses penularan penyakit ini kadang tidak jelas.Tidak seperti cacar air (chickenpox) atau penyakit virus lainnya yg cepat menyebar, penyakit roseola jarang menyebar sedemikian cepatnya.

Faktor-faktor Resiko Bayi yang sudah lebih besar (biasanya antara 6 -12 bulan) paling mudah untuk terkena roseola karena mereka belum memiliki antibody untuk melawan berbagai jenis virus. Pada saat masih di dalam kandungan, bayi-bayi mendapat antibody dari ibunya yg akan melindungi mereka dari paparan infeksi saat dilahirkan. Namun begitu, sejalan dengan waktu, kekebalan tersebut akan menghilang.

Kapan perlu mengunjungi dokter? Roseola menyebabkan demam hingga 39 derajat Celsius (103 F) atau lebih. Biasanya DSA memerlukan pengecekan fisik anak untuk menghindari kemungkinan adanya penyakit lain yg lebih serius dari roseola. Anak anda dapat mengalami kejang demam (febrile seizure) jika dia mengalami demam yg terlalu tinggi, atau kenaikan suhu badan yang terlalu cepat (menyebabkan kita tidak sempat melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk menghindari kejang). Jika anak anda mengalami kejang yg tidak diketahui penyebabnya, segera hubungi dokter. Jika anak anda terjangkit roseola dan demam lebih dari 7 hari, atau jika bercak tubuh tidak menghilang setelah 3 hari, hubungi dsa anak anda. Apabila
stamina tubuh sedang melemah dan ternyata anda melakukan kontak dengan sesorang yg sedang mengidap roseola, hubungi dokter anda untuk berjaga-jaga dari kemungkinan anda tertular roseola tersebut, yang
bisa jadi lebih parah dibanding jika seorang anak mengalaminya.