Kamis. 02 Desember 2010
Hari ini aku baru masuk kantor. Setelah 3 hari dirumah merawat suami yang terkena demam dengue alias demam berdarah. Ujian RUM kali ini aku rasa yang paling menguras fisik dan emosi, terutama emosi, dari tenang,panik,tenang,panik lagi sampai benar-benar tenang. Alhamdulillah di 24 jam ke 7 atau hari ke 7 sakitnya kondisi suami (Aat) semakin membaik dan berangsur stabil. Berikut cerita lengkapnya, mudah-mudahan sharing ini bermanfaat ya buat yang membaca, amiin.šŸ™‚.

#FlashBack

1. Rabu, 24 November 2010
Pagi hingga menjelang sore, Aat ga ada keluhan apa,semua berjalan seperti biasanya. Sampai saat di perjalanan pulang, di bis jemputan kantor, Aat telepon, dan bilang kalau dia mengigil, demam dan sakit kepala. Saat itu Aat masih di kantor, dan ingin pulang cepat. Karena aku pikir masih sakit common problem, jadi masih aku bawa santai dan tenang-tenang saja. Sesampai dirumah, Aat yang pulang kantor lebih cepat terlihat lebih pucat dan lemas. Langsung aku suruh bersih2, ganti baju dan tiduran, aku bikinkan teh manis hangat + minum sesendok madu abis makan. Suhunya aku ukur, 38.3 dercel. Saat sampai rumah ini, malamnya Aat mengeluh, paha dan kakinya linu-linu seperti ditarik beban berat dan rasanya menetap, ga timbul hilang, nyeri pinggang. Aat aku kompres air hangat dan banyak-banyak minum. Malamnya suhu badan Aat naik menjadi 39.6 dercel, selain kompres air hangat, Aat minum paracetamol.

2. Kamis,25 November 2010
Pagi hari suhu badan Aat sudah turun ketimbang malam tadi, suhunya 38.3 dercel, kondisi klinis Aat, nyeri dan linu di pinggang,paha dan kaki sudah mereda, tapi sakit kepala dan mata sembab masih ada, dan sekarang ditambah mulut terasa pahit, sehingga Aat ga nafsu makan. Hari ini entah kenapa, feeling-ku mengatakan Aat akan sakit demam dalam jangka waktu yang lama, tidak seperti biasanya dia sakit demam, karena biasanya kalau Aat demam tinggi minum parasetamol, beberapa jam kemudian suhunya akan langsung turun. Dan karena feelingku tadi aku memutuskan untuk tidak masuk kantor, aku ingin mengamati perilakunya dan berharap suhu badan Aat akan turun hari ini. Tapi ternyata harapanku tidak seperti yang kuharapkan. Menjelang sore suhunya justru naik menjadi 38.8 dercel dan malamnya naik lagi menjadi 39.2, malamnya Aat baru minum paracetamol lagi. Dan tentunya kompres air hangat, banyak minum, minum madu, makan juga ngemil dikit-dikit (walaupun masuknya juga ga banyak).

3. Jumat. 26 November 2010
Pagi ini aku terpaksa masuk kantor, karena ada kerjaan kantor yang ga bisa ditinggalkan. Suhu badan Aat sudah turun (karena minum paracetamol malamnya), namun turunnya suhu badan Aat masih di seputar 38an dercel. Pagi ini suhunya 38.3 dercel. Siang, ketika aku telepon dari kantor suhu badan Aat masih di 38.5 dercel, cenderung naik,sorenya ketika aku pulang kantor, suhu badan Aat malah tambah naik di 39.2 dercel, sementara kondisi klinis Aat, matanya masih sembab dan sakit kepala, mulut pahit selain demamnya yang tinggi. Gejala batuk,pilek atau penyakit common problem lainnya belum juga tampak. Akhirnya buka-buka materi PESAT, dan aku menduga dari ciri-cirinya yang ada pada Aat, jangan-jangan dia kena demam dengue. Well, masih cukup tenang saat itu, walaupun mulai sedikit takut. Malamnya suhu badan Aat mereda, karena pengaruh paracetamol yang diminumnya sore tadi.

4.Sabtu, 27 November 2010
Hari ini sore nanti, demam Aat tepat 24 jam ke 3 atau tepat 72 jam, masih tidak ada tanda-tanda atau gejala common problem. Suhu badan Aat masih di seputar 38an dercel. Aku semakin curiga kalau demam Aat hari ini adalah demam dengue. Akhirnya sore harinya, kami menuju markas sehat untuk memeriksakan kondisi Aat dan memastikan demam apa yang sebenernya diderita oleh Aat.
Pukul 17.00 kami sampai di markas sehat, kali ini kami ketemu dokter Felix, orangnya baik, teliti, dan ramah dalam memberikan penjelasan. Suhunya diukur di markas malah turun jadi 37.7 dercel. Setelah dilaksanakan pemeriksaan dokter felix menyimpulkan kalau Aat menderita demam karena virus biasa. Dokter felix juga minta untuk dilakukan test darah,sehabis pulang dari markas sehat. Aatpun melakukan test darah dengan hasil sebagai berikut :
Hb :16
Ht : 47,
Leukosit : 4.38,
Trombosit : 180rb.
Diff.Count :
Neutrofil segmen 63
Eosinofil 0,
Basofil 2,
Limfosit 22
Monosit 13

Setelah itu aku mengirimkan sms mengenai hasil test lab tersebut ke dr.felix, dokter masih berkesimpulan sama kalau Aat sakit demam karena virus biasa, namun mengarah ke demam dengue. Akupun melanjutkan treatment seperti yang sudah aku lakukan sebelumnya.

5.Minggu,28 November 2010
Hari ini pergerakan demam Aat masih seperti sebelumnya berkisar disuhu 38.3 – 39.6 dercel, kalaupun turun ke angka 37an dercel lebih kepada karena pengaruh paracetamol yang diminum saat demam dah tinggi. Kondisi klinis Aat, sakit kepala masih ada dan mata masih sembab,untuk nyeri pinggang dan linu-linunya sudah mereda. Treatment yang kulakukan juga masih sama seperti sebelumnya.

6.Senin,29 November 2010
Hari ini, aku sebenarnya ingin masuk kantor,namun karena aku melihat kondisi Aat yang masih belum stabil, akhirnya aku ga jadi masuk kantor. Sama seperti hari-hari sebelumnya pergerakan demam Aat juga masih belum stabil. Kondisi klinis Aat hanya merasakan sakit kepala dan mulut pait. Aku sms dr.Felix lagi, dokter kembali menyuruh Aat untuk test darah dan test urinalisasi (utk tahu apakah ada silent ISK).
Dan hasil test lab.nya adalah :
Hb 15,9
Leukosit 3.34
Ht 46
Trombosit 114
Diff.Count :
Neutrofil segmen 52
Eosinofil 0
Basofil 1
Limfosit 29
Monosit 18
Sedangkan hasil urinalisasi semua bagus, jadi kemungkinan silent ISK disingkirkan. Ya,akhirnya dokter menyimpulkan kalau suami terkena demam dengue. Dokter bilang treatment dilakukan sperti biasa, dan 12jam kemudian atau besok pagi lakukan test darah lagi. Dan kalau hasil test darah besok pagi,trombosit langsung turun dibawah 100rb, langsung dirawat di RS. Saat itu,karena pengalaman pertama, aku sempat panik,stres dan takut,bolak-balik baca materi PESAT,tanya temen2,googling tetep aja msh gelisah juga. Sempat terpikir apa langsung bawa aja ke RS,minta rawat inap tanpa test darah lagi.
Cuman lagi2 aku menyakinkan diri sendiri,melihat hasil test darah hematokrit masih normal dan suami bilang kalo dia ga lemes atau letargi, hanya sakit kepala,demam tinggi,dan mata sembab. Akhirnya niat itu kubatalkan. Dan malam itu aku ga bisa tidur,bolak balik ngecek suhu suami,begitu sudah 39,2 – 39,6 aku suruh minum paracetamol. Sejak Aat positif dinyatakan terkena demam dengue aku selalu ber-BBM ria dengan Jeni karena dia sudah pengalaman sebelumnya merawat adiknya yang terkena demam dengue alias demam berdarah juga, dan berhasil dengan cara hometreatment (makasi banget ya Jen,terutama saran untuk membuatkan jus bit dan jambu agar membantu trombosit Aat segera naik.šŸ™‚, hehehehe mana tau aku sebelumnya kalau jus bit bisa membantu menaikkan trombosit).

7.Selasa. 30 November 2010
Paginya, Aat melakukan test darah lagi, dan hasilnya
Hb : 15.2,
Leukosit : 3.63
Ht : 43
Trombosit : 112
Diff.Count :
Neutrofil segmen 39
Eosinofil 0
Basofil 2
Limfosit 31
Monosit 28
Alhamdulillah Trombosit masih diatas 100, dan Hematokrit normal. Jadi bisa hometreatment dirumah dan ditreatment seperti sebelumnya. Oh ya menjelang siang suhu suami turun menjadi 36,5 – 37,2.
Nah, pas sorenya ketika aku memeriksa badan Aat, aku menemukan kok di paha sama kaki Aat muncul bintik-bintik merah ya? Awalnya aku pikir, ah gpp kan memang demam dengue.
Sampai aku ngetwit, dan Jeni bales twitku “wah sar klo ada bintik-bintik merah jangan-jangan ada pendaharahan bawah kulit,langsung rawat aja deh”.
Again, paniik! sms dr.Felix,dokter ga bisa memastikan bintik itu karena ada indikasi dbd atau bukan (kirim poto ga jelas,dodol ya iyalah,lagian kan harus diperiksa langsung!), googling di internet nyari gambar bintik merah krn dbd ga ketemu (udah panik duluan si…), paha dan kaki Aat aku regangin kok bintik merahnya ga ilang (makin panik). Aku dan Aat mau ke markas sehat, tapi dr.Felix ga praktek hari itu, telp-in markas sehat buat daftar ga diangkat-angkat dan sms juga tidak dibalas.
Ahh…bener2 panik saat itu. Sampe mau daftar dokter internist di RS terdekat,eh kok kebetulan dokternya penuh semua (yg ini ragu-ragu banget sebenernya dan pasrah klo perjuangan RUM harus sampai disini, karena aku tau pasti lsg suruh rawat deh lihat hasil test darah sebelumnya). Di detik-detik ini aku bener-bener dah hampir nangis,panik,sedih, dan lemas, karena takut terjadi kenapa-kenapa sama Aat. Beruntung aku punya teman-teman yang care, khususnya Indah yang selalu menenangkan diriku saat perjalanan ke markas sehat (makasi ya Ndah, means a lot to me :)), Jeni , Ayu , Resti yang memberikan saran,masukan,dan support yang luar biasa kepadaku….šŸ™‚.
Akhirnya kita mutusin pergi ke markas sehat, dan terus mencoba menghubungi markas sehat, dr.Felix bantuin hubungi juga (baiknya dokter… :)). Alhamdulillah markas sehat bisa dihubungi juga, dan kita ketemu dr. Astrid disana.
Yak, setelah diperiksa teliti, dilihat hasil test darahnya, ditensi darahnya trus di test ramplet atau apa gitu? (Hehehe,lupa aku namanya) jadi dipompa sampe maksimal trus ditahan sampe 3 menitan sampe keliatan uratnya, ternyata ga muncul bintik-bintiknya,klo positif ada pendarahan dibawah kulit dia akan muncul bintik-bintik merah. Dan dilihat bintik-bintik merahnya,diregangkan ternyata memudar warna merahnya (oalah bodohnya,patokannya kok merahnya ilang,hehehe) jadi bukan indikasi dbd atau ada pendarahan bawah kulit. Jadi bintik merahnya ada karena trombositnya sedang turun aja.
Alhamdulillah ga perlu dirawat.
Aaah legaaa… dr.Astrid bilang hanya cukup istirahat,bedrest,dan perhatikan gejala klinisnya. Dan dokter bilang, kalo ada indikasi dbd, seharusnya di pemeriksaan test darah terakhir,trombositnya sudah turun drastis dibawah 100rb, serta hematokritnya sudah naik 2x lipat dari range normal. dr.Astrid memberikan Aat surat dokter untuk istirahat bedrest dirumah sampai hari Jumat.

Jumat,03 Desember 2010
Alhamdulillah kondisi Aat semakin membaik hari ini, dan sudah stabil, sakit kepalapun sudah hilang. Kondisi Aatpun telah normal kembali. Terima Kasih Ya Allah, aku telah mampu melewatinya walaupun dengan susah payah dan berpanik ria. Terima kasih juga untuk Web Milis Sehat , Milis Sehat , Bunda Wati, dan Dokter-dokter di Markas Sehat , karena telah menjadi sumber referensi dan pembelajaran yang benar tentang tata laksana penanganan pada demam dengue atau demam berdarah yang benar dan tepat.

Berikut ini,beberapa link mengenai demam dengue atau demam berdarah bisa dilihat di Tulisan dr.Purnamawati dan di sini ( Demam Dengue dan Demam Berdarah ).