Sekali lagi ujian RUM : Suami sakit Demam Dengue (Demam Berdarah)

Kamis. 02 Desember 2010
Hari ini aku baru masuk kantor. Setelah 3 hari dirumah merawat suami yang terkena demam dengue alias demam berdarah. Ujian RUM kali ini aku rasa yang paling menguras fisik dan emosi, terutama emosi, dari tenang,panik,tenang,panik lagi sampai benar-benar tenang. Alhamdulillah di 24 jam ke 7 atau hari ke 7 sakitnya kondisi suami (Aat) semakin membaik dan berangsur stabil. Berikut cerita lengkapnya, mudah-mudahan sharing ini bermanfaat ya buat yang membaca, amiin. :).

#FlashBack

1. Rabu, 24 November 2010
Pagi hingga menjelang sore, Aat ga ada keluhan apa,semua berjalan seperti biasanya. Sampai saat di perjalanan pulang, di bis jemputan kantor, Aat telepon, dan bilang kalau dia mengigil, demam dan sakit kepala. Saat itu Aat masih di kantor, dan ingin pulang cepat. Karena aku pikir masih sakit common problem, jadi masih aku bawa santai dan tenang-tenang saja. Sesampai dirumah, Aat yang pulang kantor lebih cepat terlihat lebih pucat dan lemas. Langsung aku suruh bersih2, ganti baju dan tiduran, aku bikinkan teh manis hangat + minum sesendok madu abis makan. Suhunya aku ukur, 38.3 dercel. Saat sampai rumah ini, malamnya Aat mengeluh, paha dan kakinya linu-linu seperti ditarik beban berat dan rasanya menetap, ga timbul hilang, nyeri pinggang. Aat aku kompres air hangat dan banyak-banyak minum. Malamnya suhu badan Aat naik menjadi 39.6 dercel, selain kompres air hangat, Aat minum paracetamol.

2. Kamis,25 November 2010
Pagi hari suhu badan Aat sudah turun ketimbang malam tadi, suhunya 38.3 dercel, kondisi klinis Aat, nyeri dan linu di pinggang,paha dan kaki sudah mereda, tapi sakit kepala dan mata sembab masih ada, dan sekarang ditambah mulut terasa pahit, sehingga Aat ga nafsu makan. Hari ini entah kenapa, feeling-ku mengatakan Aat akan sakit demam dalam jangka waktu yang lama, tidak seperti biasanya dia sakit demam, karena biasanya kalau Aat demam tinggi minum parasetamol, beberapa jam kemudian suhunya akan langsung turun. Dan karena feelingku tadi aku memutuskan untuk tidak masuk kantor, aku ingin mengamati perilakunya dan berharap suhu badan Aat akan turun hari ini. Tapi ternyata harapanku tidak seperti yang kuharapkan. Menjelang sore suhunya justru naik menjadi 38.8 dercel dan malamnya naik lagi menjadi 39.2, malamnya Aat baru minum paracetamol lagi. Dan tentunya kompres air hangat, banyak minum, minum madu, makan juga ngemil dikit-dikit (walaupun masuknya juga ga banyak).

3. Jumat. 26 November 2010
Pagi ini aku terpaksa masuk kantor, karena ada kerjaan kantor yang ga bisa ditinggalkan. Suhu badan Aat sudah turun (karena minum paracetamol malamnya), namun turunnya suhu badan Aat masih di seputar 38an dercel. Pagi ini suhunya 38.3 dercel. Siang, ketika aku telepon dari kantor suhu badan Aat masih di 38.5 dercel, cenderung naik,sorenya ketika aku pulang kantor, suhu badan Aat malah tambah naik di 39.2 dercel, sementara kondisi klinis Aat, matanya masih sembab dan sakit kepala, mulut pahit selain demamnya yang tinggi. Gejala batuk,pilek atau penyakit common problem lainnya belum juga tampak. Akhirnya buka-buka materi PESAT, dan aku menduga dari ciri-cirinya yang ada pada Aat, jangan-jangan dia kena demam dengue. Well, masih cukup tenang saat itu, walaupun mulai sedikit takut. Malamnya suhu badan Aat mereda, karena pengaruh paracetamol yang diminumnya sore tadi.

4.Sabtu, 27 November 2010
Hari ini sore nanti, demam Aat tepat 24 jam ke 3 atau tepat 72 jam, masih tidak ada tanda-tanda atau gejala common problem. Suhu badan Aat masih di seputar 38an dercel. Aku semakin curiga kalau demam Aat hari ini adalah demam dengue. Akhirnya sore harinya, kami menuju markas sehat untuk memeriksakan kondisi Aat dan memastikan demam apa yang sebenernya diderita oleh Aat.
Pukul 17.00 kami sampai di markas sehat, kali ini kami ketemu dokter Felix, orangnya baik, teliti, dan ramah dalam memberikan penjelasan. Suhunya diukur di markas malah turun jadi 37.7 dercel. Setelah dilaksanakan pemeriksaan dokter felix menyimpulkan kalau Aat menderita demam karena virus biasa. Dokter felix juga minta untuk dilakukan test darah,sehabis pulang dari markas sehat. Aatpun melakukan test darah dengan hasil sebagai berikut :
Hb :16
Ht : 47,
Leukosit : 4.38,
Trombosit : 180rb.
Diff.Count :
Neutrofil segmen 63
Eosinofil 0,
Basofil 2,
Limfosit 22
Monosit 13

Setelah itu aku mengirimkan sms mengenai hasil test lab tersebut ke dr.felix, dokter masih berkesimpulan sama kalau Aat sakit demam karena virus biasa, namun mengarah ke demam dengue. Akupun melanjutkan treatment seperti yang sudah aku lakukan sebelumnya.

5.Minggu,28 November 2010
Hari ini pergerakan demam Aat masih seperti sebelumnya berkisar disuhu 38.3 – 39.6 dercel, kalaupun turun ke angka 37an dercel lebih kepada karena pengaruh paracetamol yang diminum saat demam dah tinggi. Kondisi klinis Aat, sakit kepala masih ada dan mata masih sembab,untuk nyeri pinggang dan linu-linunya sudah mereda. Treatment yang kulakukan juga masih sama seperti sebelumnya.

6.Senin,29 November 2010
Hari ini, aku sebenarnya ingin masuk kantor,namun karena aku melihat kondisi Aat yang masih belum stabil, akhirnya aku ga jadi masuk kantor. Sama seperti hari-hari sebelumnya pergerakan demam Aat juga masih belum stabil. Kondisi klinis Aat hanya merasakan sakit kepala dan mulut pait. Aku sms dr.Felix lagi, dokter kembali menyuruh Aat untuk test darah dan test urinalisasi (utk tahu apakah ada silent ISK).
Dan hasil test lab.nya adalah :
Hb 15,9
Leukosit 3.34
Ht 46
Trombosit 114
Diff.Count :
Neutrofil segmen 52
Eosinofil 0
Basofil 1
Limfosit 29
Monosit 18
Sedangkan hasil urinalisasi semua bagus, jadi kemungkinan silent ISK disingkirkan. Ya,akhirnya dokter menyimpulkan kalau suami terkena demam dengue. Dokter bilang treatment dilakukan sperti biasa, dan 12jam kemudian atau besok pagi lakukan test darah lagi. Dan kalau hasil test darah besok pagi,trombosit langsung turun dibawah 100rb, langsung dirawat di RS. Saat itu,karena pengalaman pertama, aku sempat panik,stres dan takut,bolak-balik baca materi PESAT,tanya temen2,googling tetep aja msh gelisah juga. Sempat terpikir apa langsung bawa aja ke RS,minta rawat inap tanpa test darah lagi.
Cuman lagi2 aku menyakinkan diri sendiri,melihat hasil test darah hematokrit masih normal dan suami bilang kalo dia ga lemes atau letargi, hanya sakit kepala,demam tinggi,dan mata sembab. Akhirnya niat itu kubatalkan. Dan malam itu aku ga bisa tidur,bolak balik ngecek suhu suami,begitu sudah 39,2 – 39,6 aku suruh minum paracetamol. Sejak Aat positif dinyatakan terkena demam dengue aku selalu ber-BBM ria dengan Jeni karena dia sudah pengalaman sebelumnya merawat adiknya yang terkena demam dengue alias demam berdarah juga, dan berhasil dengan cara hometreatment (makasi banget ya Jen,terutama saran untuk membuatkan jus bit dan jambu agar membantu trombosit Aat segera naik. :), hehehehe mana tau aku sebelumnya kalau jus bit bisa membantu menaikkan trombosit).

7.Selasa. 30 November 2010
Paginya, Aat melakukan test darah lagi, dan hasilnya
Hb : 15.2,
Leukosit : 3.63
Ht : 43
Trombosit : 112
Diff.Count :
Neutrofil segmen 39
Eosinofil 0
Basofil 2
Limfosit 31
Monosit 28
Alhamdulillah Trombosit masih diatas 100, dan Hematokrit normal. Jadi bisa hometreatment dirumah dan ditreatment seperti sebelumnya. Oh ya menjelang siang suhu suami turun menjadi 36,5 – 37,2.
Nah, pas sorenya ketika aku memeriksa badan Aat, aku menemukan kok di paha sama kaki Aat muncul bintik-bintik merah ya? Awalnya aku pikir, ah gpp kan memang demam dengue.
Sampai aku ngetwit, dan Jeni bales twitku “wah sar klo ada bintik-bintik merah jangan-jangan ada pendaharahan bawah kulit,langsung rawat aja deh”.
Again, paniik! sms dr.Felix,dokter ga bisa memastikan bintik itu karena ada indikasi dbd atau bukan (kirim poto ga jelas,dodol ya iyalah,lagian kan harus diperiksa langsung!), googling di internet nyari gambar bintik merah krn dbd ga ketemu (udah panik duluan si…), paha dan kaki Aat aku regangin kok bintik merahnya ga ilang (makin panik). Aku dan Aat mau ke markas sehat, tapi dr.Felix ga praktek hari itu, telp-in markas sehat buat daftar ga diangkat-angkat dan sms juga tidak dibalas.
Ahh…bener2 panik saat itu. Sampe mau daftar dokter internist di RS terdekat,eh kok kebetulan dokternya penuh semua (yg ini ragu-ragu banget sebenernya dan pasrah klo perjuangan RUM harus sampai disini, karena aku tau pasti lsg suruh rawat deh lihat hasil test darah sebelumnya). Di detik-detik ini aku bener-bener dah hampir nangis,panik,sedih, dan lemas, karena takut terjadi kenapa-kenapa sama Aat. Beruntung aku punya teman-teman yang care, khususnya Indah yang selalu menenangkan diriku saat perjalanan ke markas sehat (makasi ya Ndah, means a lot to me :)), Jeni , Ayu , Resti yang memberikan saran,masukan,dan support yang luar biasa kepadaku…. :).
Akhirnya kita mutusin pergi ke markas sehat, dan terus mencoba menghubungi markas sehat, dr.Felix bantuin hubungi juga (baiknya dokter… :)). Alhamdulillah markas sehat bisa dihubungi juga, dan kita ketemu dr. Astrid disana.
Yak, setelah diperiksa teliti, dilihat hasil test darahnya, ditensi darahnya trus di test ramplet atau apa gitu? (Hehehe,lupa aku namanya) jadi dipompa sampe maksimal trus ditahan sampe 3 menitan sampe keliatan uratnya, ternyata ga muncul bintik-bintiknya,klo positif ada pendarahan dibawah kulit dia akan muncul bintik-bintik merah. Dan dilihat bintik-bintik merahnya,diregangkan ternyata memudar warna merahnya (oalah bodohnya,patokannya kok merahnya ilang,hehehe) jadi bukan indikasi dbd atau ada pendarahan bawah kulit. Jadi bintik merahnya ada karena trombositnya sedang turun aja.
Alhamdulillah ga perlu dirawat.
Aaah legaaa… dr.Astrid bilang hanya cukup istirahat,bedrest,dan perhatikan gejala klinisnya. Dan dokter bilang, kalo ada indikasi dbd, seharusnya di pemeriksaan test darah terakhir,trombositnya sudah turun drastis dibawah 100rb, serta hematokritnya sudah naik 2x lipat dari range normal. dr.Astrid memberikan Aat surat dokter untuk istirahat bedrest dirumah sampai hari Jumat.

Jumat,03 Desember 2010
Alhamdulillah kondisi Aat semakin membaik hari ini, dan sudah stabil, sakit kepalapun sudah hilang. Kondisi Aatpun telah normal kembali. Terima Kasih Ya Allah, aku telah mampu melewatinya walaupun dengan susah payah dan berpanik ria. Terima kasih juga untuk Web Milis Sehat , Milis Sehat , Bunda Wati, dan Dokter-dokter di Markas Sehat , karena telah menjadi sumber referensi dan pembelajaran yang benar tentang tata laksana penanganan pada demam dengue atau demam berdarah yang benar dan tepat.

Berikut ini,beberapa link mengenai demam dengue atau demam berdarah bisa dilihat di Tulisan dr.Purnamawati dan di sini ( Demam Dengue dan Demam Berdarah ).

Jangan MenyeraH

Dan lagu ini, selalu membuat diriku menangis sekaligus membesarkan hatiku.

D’Masiv – Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

Back to Reff 1
Back to Reff 2

Manusia Bodoh

DeaR,

akhir-akhir ini sering terngiang-ngiang lagu ini,entah apa yang sedang kurasakan.

Ada Band
Manusia Bodoh

Dahulu terasa indah
Tak ingin lupakan
Bermesraan s’lalu jadi satu
Kenangan manis

Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang ulang kali

reff :
Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang
Dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir

Tak ayal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Belum cukup membendungnya

Hanya kepedihan
Yang selalu datang menertawakanku
Engkau belahan jiwa
Tega menari indah di atas tangisanku

Repeat reff

Tapi sampai kapankah ku harus
Menanggungnya kutukan cinta ini

Semua kisah pasti ada akhir
Yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini yakinku indah

Repeat reff

Tapi sampai kapankah ku harus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu

Bagaimana Berbicara Dengan Dokter Anak Anda

Artikel ini disadur dari http://www.milissehat.web.id

SUMBER : http://www.milissehat.web.id

Dokter anak Anda bisa menjadi sumber informasi kesehatan yang baik saat Anda memiliki pertanyaan dan keingintahuan mengenai kesehatan anak Anda. Menemukan waktu yang cocok antara jadwal Anda yang sibuk dan jadwal dokter untuk kunjungan rutin atau kunjungan saat sakit seringkali sulit.

Bagaimana cara terbaik untuk mengkomunikasikan pertanyaan dan kekhawatiran Anda? Bagaimana memperkuat hubungan dengan dokter yang memegang peranan cukup penting bagi kesehatan anak Anda?

Hubungan Pasien-Dokter

Masa dimana pelayanan panggilan kesehatan ke rumah dan membayar dengan barter sudah tergantikan. Saat ini pembayaran dengan asuransi dan ruang tunggu yang penuh sudah menandakan perubahan hubungan antara dokter dan pasien.

Saat ini dokter dikondisikan untuk melihat pasien lebih banyak dalam waktu yang lebih sedikit pada tiap pasien. Kompleksitas sistem kesehatan membuat orang tua harus berperan dalam layanan kesehatan anak mereka. Di masa lalu, informasi mengenai kesehatan dan tumbuh kembang anak belum terlalu banyak. Saat ini, informasi mengenai kesehatan anak tersedia di internet, toko buku dan televisi sehingga orang tua dapat memperoleh informasi lebih dari sebelumnya. Hal ini merupakan berita baik, karena orang tua yang secara aktif berpartisipasi pada layanan kesehatan anak mereka dapat membantu anak mendapat layanan kesehatan yang lebih baik.

Pada beberapa keadaan, orang tua dapat mengalami keadaan dimana mereka mendapat informasi yang tidak akurat atau tidak lengkap dan frustasi dengan dokter yang tidak memiliki waktu untuk berdiskusi dengan potongan informasi yang sudah dikumpulkan oleh orang tua.

Masalah lainnya adalah harapan yang tidak realistis atau ketidakpercayaan terhadap diagnosis atau terapi untuk penyakit-penyakit yang ringan. Contoh : orang tua mengharapkan obat untuk common cold, sementara pendekatan wait-and-see lebih baik. Haslnya beberapa dokter merasa tertekan untuk memberikan resep karena harapan orang tua, sekalipun resep tersebut tidak diperlukan untuk kesehatan anak.

Komunikasi dengan Dokter

Kunci untuk membangun relasi yang lebih baik dengan dokter anak Anda adalah dengan komunikasi terbuka dan harapan yang masuk akal.

Apa yang Anda harapkan dari dokter? Dia sebaiknya :
Membantu Anda memantau kesehatan anak Anda
Menjelaskan tumbuh kembang anak dan apa yang Anda harapkan
Diagnosis dan tatalaksana penyakit ringan atau penyakit yang agak berat
Menjelaskan informasi mengenai penyakit anak dan terapinya
Menyediakan rujukan dan bekerja dengan spesialis di bidang yang diperlukan bila merujuk

Dokter anak, dokter keluarga atau perawat dapat membantu Anda dengan isu kesehatan anak lainnya seperti olahraga, nutrisi dan berat badan, masalah emosi dan perilaku, bagaimana bersikap dengan kejadian di keluarga seperti kematian, perpisahan, perceraian; bagaimana memahami dan mencari terapi untuk kesulitan belajar.

Komunikasi yang baik adalah berbentuk dua arah. Anda dapat membantu komunikasi berjalan baik dengan memberitahukan dokter bahwa Anda mempercayai dokter Anda untuk perawatan anak Anda. Penting sekali bagi Anda untuk menanyakan pertanyaan dan beritahukan dokter bahwa Anda menginginkan keputusan, diagnosis dan resep berdasarkan pilihan terbaik bagi kesehatan anak bukan apa yang termudah atau yang membuat orang tua nyaman.

Anda juga sebaiknya mempersiapkan sebaik mungkin saat kunjungan ke dokter. Saat menanyakan bagaimana keadaan anak Anda, persiapkan diri Anda untuk berbagi kekhawatiran atau tanyakan pertanyaan yang spesifik. Beritahukan dokter gejala yang detail, contoh anak Anda muntah tiga kali kemarin malam dan suhu tubuh 39oC, atau mengalami diare. Hal ini akan membantu dokter menganalisa keadaan anak secara tepat dan akurat dibandingkan jika Anda hanya mengatakan bahwa anak Anda hanya “sakit” tanpa informasi lain.

Pertimbangkan untuk membuat catatan kecil untuk kekhawatiran dan pertanyaan Anda sebelum kunjungan ke dokter sehingga Anda akan mengingat semuanya saat berkonsultasi. Sebutkan juga gejala lain yang membuat Anda khawatir sekalipun dokter tidak menanyakannya. Beritahukan dokter apa yang sudah Anda lakukan untuk mengurangi gejala yang timbul dan apa yang berhasil serta apa yang tidak berhasil. Semakin banyak informasi yang Anda sediakan, maka semakin baik kemungkinan dokter untuk menilai kesehatan anak Anda.

Tips untuk Membangun Hubungan Dokter-Pasien Yang Lebih Baik
Tetap up-to-date tetapi tidak berlebihan. Informasi yang Anda dapat dari internet atau sumber lain akan membantu Anda memahami kesehatan anak, tetapi tidak realistis untuk mengharapkan dokter Anda mengevaluasi semua informasi yang Anda miliki. Jika Anda memiliki informasi spesifik maka Anda dapat memberikan artikel tersebut sebelumnya sehingga dokter bisa menganalisa informasi yang Anda kirimkan. Bila Anda mencari informasi yang dapat dipercaya maka tanyakan dokter Anda dimana Anda bisa mendapat informasi kesehatan yang dapat dipercaya.
Fokus selama kunjungan. Hindari pengalihan perhatian dan fokus dengan diskusi bersama dokter anak Anda. Matikan alat komunikasi dan biarkan anak diasuh oleh pengasuh atau kerabat jika memungkinkan. Juga tetap fokus pada alasan kunjungan ke dokter, contoh : jangan gunakan kunjungan saat anak sakit untuk mendiskusikan masalah perilaku yang membutuhkan evaluasi mendalam. Melainkan buat jadwal berikutnya dan informasikan permasalahan anak Anda sehingga perjanjian bisa diatur lebih lama saat kunjungan berikutnya sesuai permasalahan anak Anda.
Ikuti aturan. Hargai waktu dokter Anda dengan datang tepat waktu atau beberapa menit lebih cepat. Jika Anda terlambat maka beritahukan kepada dokter dan bila Anda membatalkan perjanjian sebaiknya beritahukan 24 jam sebelumnya. Banyak perjanjian dengan dokter yang sudah diatur sebelumnya sehingga anak sehat atau yang tidak sakit bisa diatur lebih awal. Anda juga sebaiknya mempersiapkan berkas-berkas pembayaran lebih dahulu bila Anda menggunakan form asurasi.
Tindak Lanjut. Sebelum Anda meninggalkan ruangan dokter pastikan Anda mengerti pemantauan dan rencana pertemuan selanjutnya (bila perlu), tes laboratorium, atau tes darah bila diperlukan. Catat informasi dari dokter sehingga Anda tidak lupa dan jika Anda tidak mengerti mengenai pemakaian obat maka tanyakan kepada dokter atau suster sebelum meninggalkan temapt praktek dokter. Hubungi dokter atau stafnya jika obat yang diberikan tidak bekerja atau gejala anak memberat.
Hadir di setiap kesempatan. Pada keadaan yang penting, sangat baik bila Anda dan pasangan sama-sama datang pada kunjungan dokter. Hal ini penting pada permasalahan yang kompleks seperti tingkah laku. Bergantung pada nenek atau kakek dapat mengakibatkan informasi yang diterima menjadi tidak jelas atau salah dimengerti, dan dokter bisa sulit menggali informasi karena nenek atau kakek tidak mengetahui jawaban mengenai anak bila ditanya oleh dokter.
Gunakan penilaian yang baik. Penggunaan telepon untuk menanyakan gejala pada dokter dapat menghemat waktu dan uang, tetapi jangan berlebihan menggunakan kesemaptan tersebut. Simpan pertanyaan yang tidak penting/ dapat ditunda (non-urgent) mengenai kesehatan anak. Perawat dapat menangani seputar pertanyaan Anda yang tidak harus langsung dijawab.

Keadaan saat anak sakit dapat menghambat komunikasi antara dokter dan pasien, dan banyaknya isu pada kunjungan anak sehat juga bisa membuat Anda tidak sempat bertanya kepada dokter. Jangan ragu-ragu untuk menanyakan pertanyaan kepada dokter sesuai prioritas.

Jangan takut memberikan umpan balik/ kritik dan saran kepada dokter mengenai kunjungan Anda, seperti apakah Anda merasa terburu-buru atau perlu informasi lebih lengkap mengenai resep atau prosedur medis. Dokter yang baik akan bekerja sama dengan Anda untuk menyediakan layanan kesehatan yang terbaik bagi anak Anda.

(YSK)

Diterjemahkan dari :

How to Talk to your Child’s Doctor

Steven Dowshen, MD

May 2009

http://kidshealth.org/parent/system/doctor/talk_doctor.html

Haidar Favorite Books

DeaR,

Akhir-akhir ini Haidar lagi seneng-senengnya baca buku. Setiap pagi dan menjelang tidur malam, Haidar selalu meminta kedua buku ini untuk dibaca dan dilihat, sambil teriak-teriak menyebutkan nama-nama benda atau hewan yang Haidar sudah tau. :). Kedua buku favorit Haidar itu :

1. 100 Jendela : Lihat Sekelilingmu : Edisi Animal . Ini beli di Gramedia Bintaro Jaya, waktu ada diskonan. Hehehehe…mak irit. Dibuku ini Haidar suka banget sama gambar-gambar berbagai macam binatang didalamnya, dah banyak nama-nama binatang dibuku ini yang Haidar tau, misal : Badak,Kelinci,Burung Tukan, Singa,Cheetah,Cacing,Sapi, Kepik,Kupu-Kupu, Babi,Ayam,dll. Biasanya Haidar kalo pengen liat buku ini , bilang ” lia bibiatang ” ( Lihat binatang ), atau bilang “lia kupu-kupu ( Lihat kupu-Kupu/salah satu binatang lain yang Haidar tau ).

2. MathewWolf : Buku Berjendela : Kehidupan di Kota. Kalo buku ini beli di temen twitter : @abidcute, FB : Arvi Puspitasari. Toko Onlinenya : skoolnet . Buku ini aku beli paket, ada 4 buku isinya yang judulnya :

1. Kehidupan di Kota
2. Asyiknya di Tanah Pertanian
3. Musim
4. Kebiasaan Baik dan Buruk

Cuman yang baru aku buka buat Haidar : kehidupan di kota. Meskipun belum paham bener cerita yang ada dibuku ini, Haidar senang melihat gambarnya, contohnya: “Lampu Inta”(Lampu Lalu Lintas), atau “Toko ekim” ( Toko Eskrim ). Biasanya Haidar kalo pengen liat buku ini , bilang “Lia Lamu Inta” (Lihat Lampu Lalu Lintas) atau bilang “Lia Toko Ekim (Lihat Toko Eskrim).

HaidaR : Unprecditable Words

DeaR,

Menjelang Haidar 2 tahun (3 bulan lagi), banyak perkembangan pesat yang Haidar tunjukkan kepada kami :). Alhamdulillah, Haidar jadi anak yang pintar,cerdas dan kreatif. Selain tingkahnya yang kian hari kian lincah dan ga bisa diem, Haidar juga semakin ceriwis dan cerewet ( eh, ini sama ya istilahnya, ;p). Terkadang saking cerewetnya Haidar, aku dan suami suka ga ngeh dan ga inget lagi kata-kata apa yang Haidar bisa ungkapkan. Terlebih kalo Haidar diajak jalan-jalan, Haidar paling suka tuh..sepanjang perjalanan dia akan ngoceh, dan menyebutkan satu-satu benda atau hal yang Haidar bisa dan inget.:).

Salah satu kalimat atau kata-kata yang bikin aku takjub dan senang adalah :

1. Kemarin aku lagi muleees banget dan tiduran di tempat tidur, Haidar menghampiri :

H : “ibu,ibu….”
A : “Ya, sayang….ibu lagi sakit perut ni nak…”
H : “bu,akit peut ? ( ibu, sakit perut? )
A : “iya,ibu sakit perut ”
H : “Kaci oba” ( kasih obat )
A : “Kasih Obat? ”
H : “Oba acun” ( Obat racun )
A : ” Iya nak, obat racun…ibu minum air anget aja ya… ”
H : “Ya, num air ange” ( iya, minum air anget )

Ahhhh……meleleh aku denger kata-kata yang Haidar ucapkan, aku ga nyangka kalo aku bilang sakit Haidar akan bilang kasih obat ( ga ada yang ngajarin padahal,mungkin mendengar kalo kita ngomong begitu).

2. Ketika Haidar mendengar adzan maghrib di televisi, Haidar akan langsung menghampiri kita, dan berkata :

H : “ayo,oa” ( ayo,sholat sambil narik tangan ayah -ibunya )
H : “pake aung” (Pake sarung, dan menarik sajadah yang ada di kamar sholat)
trus mengikuti gerakan orang sholat….. 🙂

3. Ketika kami mengajarkan satu kalimat dan kalimat itu kami putar, Haidar selalu bisa menjawab dengan benar. 🙂 :

A/S : “Di Sawah ada kodok”
H : Meniru kalimatnya : “Di awah ada kodok”

lalu aku atau suami menanyakan pertanyaan terbalik :

A/S : “Haidar kodok ada dimana?”
H : ” di awah”

hehehehe, itu salah satu kalimat-kalimat yang Haidar bisa ikuti dan bisa menjawab apabila ditanyakan pertanyaan terbalik. :). Alhamdulillah, amat bersyukur diberikan amanah oleh Allah anak seperti Haidar. aku dan Aat sebagai orangtua dituntut untuk selalu belajar dan belajar. Insya Allah Haidar sela;u cerdas,sehat, dan sholeh yaaa….amiin.