Posts tagged ‘Haidar’

Haidar Menagih Janji

Haidar,anak sekecil itu udah bisa protes sekarang. Sejak ayah Haidar sakit demam berdarah seperti yang diceritakan di sini , aku dan ayahnya jadi libur untuk jalan-jalan keluar,walaupun itu hanya sekedar belanja bulanan atau main kerumah eyang,atau kerumah nenek di bogor :). Padahal si juga baru libur 1x sabtu,minggu aja, tapi ributnya dirumah minta ampun, sampe minta makan di mobil….hehehehe :p. Haidar bilang : ” yu,makang di mobil” (sambil narik-narik tanganku).

Pagi ini, sepertinya Haidar tau kondisi ayahnya sudah membaik dan pulih. Selepas Haidar bangun tidur tiba-tiba Haidar bilang :

H : “yuk,kual” (ayo,keluar)
A : “kemana?
H : “yuk,pegi (ayo,pergi)
A : “pergi kemana?”
H : “nek mobil” (naik mobil) , lalu Haidar narik tangan ayahnya dan berjalan menuju kekamar,sambil nunjuk-nunjuk baju pergi ayahnya yang digantung, dan bilang :

H : “ake aju (pake baju)
A : “buat apa pake baju?”
H : “jaang-jaang (jalan-jalan), awa mumu” (bawa mumu alias susu) – (Haidar suka ngeliat kalo Aku dan Ayahnya nyiapin UHTnya).
A : “Iya nak, nanti kita jalan-jalan ya… :).”
H : Haidar hanya manggut-manggut.


Singkat cerita, akhirnya Sabtu lalu kita pergi ke Bebek Kaleyo-BSD,Teras Kota, BSD dan terakhir berakhir di Giant Bintaro untuk memuaskan keinginan Haidar jalan-jalan, sekalian juga si, Aat pengen makan makanan enak-enak after sakit kemarin itu, hehehehe. sedangkan si Ibu satu ini pengen chewyjunior puff dan segelas besar Chocolate Caramelnya Starbucks. Haidar? setelah dia ikutan makan bebek goreng juga dan segelas Juice Melon di Bebek Kaleyo, aku naikkan Haidar wahana di FunWorld Teras Kota. Hasilnya? Haidar puwaaaasss sekaliiiii dan sangat menikmati jalan-jalannya, sepanjang jalan ga berhenti-berhenti Haidar ngoceh tentang apa aja yg dilihatnya. Jadi utang Ayah-Ibu dah lunas ya nak… :).

HaidaR : Unprecditable Words

DeaR,

Menjelang Haidar 2 tahun (3 bulan lagi), banyak perkembangan pesat yang Haidar tunjukkan kepada kami :). Alhamdulillah, Haidar jadi anak yang pintar,cerdas dan kreatif. Selain tingkahnya yang kian hari kian lincah dan ga bisa diem, Haidar juga semakin ceriwis dan cerewet ( eh, ini sama ya istilahnya, ;p). Terkadang saking cerewetnya Haidar, aku dan suami suka ga ngeh dan ga inget lagi kata-kata apa yang Haidar bisa ungkapkan. Terlebih kalo Haidar diajak jalan-jalan, Haidar paling suka tuh..sepanjang perjalanan dia akan ngoceh, dan menyebutkan satu-satu benda atau hal yang Haidar bisa dan inget.:).

Salah satu kalimat atau kata-kata yang bikin aku takjub dan senang adalah :

1. Kemarin aku lagi muleees banget dan tiduran di tempat tidur, Haidar menghampiri :

H : “ibu,ibu….”
A : “Ya, sayang….ibu lagi sakit perut ni nak…”
H : “bu,akit peut ? ( ibu, sakit perut? )
A : “iya,ibu sakit perut ”
H : “Kaci oba” ( kasih obat )
A : “Kasih Obat? ”
H : “Oba acun” ( Obat racun )
A : ” Iya nak, obat racun…ibu minum air anget aja ya… ”
H : “Ya, num air ange” ( iya, minum air anget )

Ahhhh……meleleh aku denger kata-kata yang Haidar ucapkan, aku ga nyangka kalo aku bilang sakit Haidar akan bilang kasih obat ( ga ada yang ngajarin padahal,mungkin mendengar kalo kita ngomong begitu).

2. Ketika Haidar mendengar adzan maghrib di televisi, Haidar akan langsung menghampiri kita, dan berkata :

H : “ayo,oa” ( ayo,sholat sambil narik tangan ayah -ibunya )
H : “pake aung” (Pake sarung, dan menarik sajadah yang ada di kamar sholat)
trus mengikuti gerakan orang sholat….. ๐Ÿ™‚

3. Ketika kami mengajarkan satu kalimat dan kalimat itu kami putar, Haidar selalu bisa menjawab dengan benar. ๐Ÿ™‚ :

A/S : “Di Sawah ada kodok”
H : Meniru kalimatnya : “Di awah ada kodok”

lalu aku atau suami menanyakan pertanyaan terbalik :

A/S : “Haidar kodok ada dimana?”
H : ” di awah”

hehehehe, itu salah satu kalimat-kalimat yang Haidar bisa ikuti dan bisa menjawab apabila ditanyakan pertanyaan terbalik. :). Alhamdulillah, amat bersyukur diberikan amanah oleh Allah anak seperti Haidar. aku dan Aat sebagai orangtua dituntut untuk selalu belajar dan belajar. Insya Allah Haidar sela;u cerdas,sehat, dan sholeh yaaa….amiin.

Haidar Sakit Roseola

</a

DeaR,
Seperti yang udah diceritain sebelumnya di
sini . Pulang dari liburan di Bandung, perjalanan sorenya badan Haidar demam tinggi tepatnya minggu sore. Awalnya aku ga terlalu khawatir, karena aku pikir seperti demam-demam sebelumnya yang langsung turun tidak lebih dari 3 hari. Here it is the story :

Minggu, 7 November 2010
Dalam perjalanan pulang ke Jakarta dari Bandung, Haidar mendadak demam tinggi selepas Ashar, aku coba ukur suhunya ternyata 38.3 dercel, Haidar masih aktif dan masih ngoceh- ngoceh seperti biasa kayak burung emprit,hehehe. Aku masih tenang-tenang aja. Sampai rumah sekitar jam 7 malam, badan Haidar aku pegang masih panas juga, coba aku ukur lagi, suhu tubuhnya tetap di 38.3 dercel,akhirnya aku coba Haidar untuk di kompres hangat, sepanjang malam aku terjaga, panas Haidar tetap ga menurun. Tepatnya jam 2 tengah malam, Haidar terbangun dan nangis marah-marah, aku ukur lagi suhunya naik lagi jadi 39,6, aku dah mulai khawatir selain aku kompres dengan air hangat, Haidar aku kasih parasetamol sesuai dosis, yaaa….2x aku coba kasih parasetamol, 2x itu juga dia muntahkan alias ditolak. :(. Akhirnya jalan satu-satunya dengan kompres air hangat terus-2an plus ditawarin minum susu. Haidar tidur dengan gelisah.

Senin,8 November 2010
Pagi sekitar jam 6an, Alhamdulillah panas Haidar sudah menurun, sekitar 37.5, dan berharap panasnya nanti siang akan turun. Tapi feeling aku mengatakan, ini belum berakhir, dilihat dari perilakunya Haidar, walaupun masih aktif dan cerewet cuman Haidar lebih suka hanya tidur2an di tempat tidur. Berangkat ke kantor dengan setengah hati. Siang,menjelang makan siang, tiba-tiba ibu telp, bilang kalo Haidar suhu tubuhnya naik lagi di 38.5 dercel, masih berusaha tenang, aku suruh ibu untuk memberikan Haidar parasetamol sesuai dosis plus kompres dengan air hangat, ibu juga bilang kalo makannya Haidar ga banyak seperti biasanya. Sepanjang hari itu aku bolak-balik telp rumah, kata Ibu,Alhamdulillah sejak diberi parasetamol suhu tubuhnya sudah menurun sedikit. Pulang dari kantor, sekitar jam 6 sore, aku liat kondisi suhu badan Haidar masih panas, aku ukur suhunya masih di 38 dercel. Aku amatin seluruh tubuhnya, termasuk giginya, tidak ada pertambahan gigi,semua baik-baik aja.
Malemnya, saat aku kira suhu tubuh Haidar akan membaik, yang terjadi malah sebaliknya suhu tubuhnya naik lagi, aku ukur sekitar 38,5 dercel. Dan Haidar mulai gelisah lagi, minta susu terus, tiap beberapa jam bangun, nangis,bangun,nangis. Sepanjang Haidar gelisah, aku bergantian ngompres Haidar dengan air hangat, suhu tubuhnya sempat turun sebentar di 38 dercel. Sedikit lega, tapi berikutnya tepat jam 3 pagi, Haidar kebangun lagi dan nangis minta gendong, diminumin susu nolak, aku ukur suhu tubuhnya, ternyata naik lagi jadi 39,6 seperti malam sebelumnya. Buru-buru aku berikan parasetamol, Ahamdulillah kali ini Haidar mau.

Selasa,9 November 2010
Tidak seperti biasanya, pagi ini Haidar terlihat tidak bersemangat seperti biasanya, dia hanya tidur2an di tempat tidur, cerewet masih, tapi dah males lari-larian seperti biasanya. Aku ukur suhu tubuhnya Alhamdulillah turun di 37,6 dercel. Aku rendam Haidar air hangat saat mandi. Alhamdulillah suhu tubuhnya sudah mulai menurun menjadi 37 dercel. Aku berangkat ke kantor dengan hati sedikit lebih tenang dari hari sebelumnya. Siang, menjelang makan siang aku telp kerumah, ibu bilang sepertinya tenggorokan Haidar sakit, hari ini Haidar tidak mau makan samasekali, makan pudingpun (aku bikinin puding coklat favoritnya) hanya sedikit, begitupun buah juga begitu, padahal Haidar pencinta buah. Namun suhu tubuh Haidar sudah normal, malah diukur ibu sudah 36 dercel. Alhamdulillah. Pulang dari kantor, aku ukur suhu tubuh Haidar, kali ini suhunya berada di 37 dercel, masih cukup normal kupikir. Ternyata suhu tubuh Haidar ini tidak bertahan lama, karena menjelang malam, seperti malam sebelumnya suhu tubuh Haidar naik lagi persis sama kejadiannya. Aku mulai lebih aware, karena batas demam 72 jam berakhir besok sore. :(.

Rabu,10 November 2010
Pagi ini kuputuskan untuk tidak masuk kantor. Aku ingin memonitor langsung dan mengobservasi langsung kondisi Haidar. Perasaan hati mulai cemas, suhu tubuh Haidar masih di seputar 38 – 38,5 dercel. :(. Dan hari ini hanya mau minum susu saja, air jeruk, buah, ataupun puding dia ga mau. :(. Perilakunya udah bener-bener ga ceria, minta gendong terus sepanjang hari dan tidur2an. Aku mulai sibuk mendaftar dokter dan tanya sana-sini, karena demam Haidar belum tahu karena apa alias tidak ada tanda-tanda. Sampai baca2 buku bunda wati, materi PESAT, dan suspect utama Haidar : Roseola atau ISK? aku lebih cenderung ke Roseola, karena membaca ciri-ciri ISK, hanya pas di demam tinggi aja. Wira-wiri BBM Indah dan Resti . Dari tanya-tanya dokter, karena waktu itu mau booking dr.Endah Citraresmi di KMC ternyata penuh, sampe sakit roseola yang pernah dialami Nico. Bener-bener ilmu RUM yang udah aku dapatkan di PESAT diuji dan kadang ilang gitu aja, kalo panik dah dateng, ditambah lagi ibu dirumah udah ikutan ribut…(ya wajaar, cucu pertama dan kesayangannya sakit, dibilang aku tega sama anak, ga cepet2 bawa kedokter ๐Ÿ˜ฆ ).
Hal pertama hari itu aku pikirkan adalah dapet booking ke dokter (jaga-jaga kalo demam haidar lebih dari 72jam), dan hal kedua terus amati suhu tubuh Haidar dan perilakunya. Alhamdulillah akhirnya dapet booking dokter juga ke dr.Endah Citraresmi di KMC (thanks banget dok, ijinkan untuk konsul walpoun dh penuh, dan akhirnya malah batal kedokter :)). Makasi mama Resti yang telah memberikan masukan untuk sms dr.Endah :). Makasi juga buat Indah, yang udah kasih info alternatif dokter,kalau2 dr.Endah ga bisa.
Menjelang sore, pas ashar dan suhu tubuh Haidar menurun di 37 dercel dan berangsur turun lagi menjadi 36.3 dercel pas waktu mau ke dokter. Akhirnya aku dan suami, memutuskan untuk tidak jadi membawa Haidar ke dokter, dengan tetp memperhatikan perilakunya.

Kamis, 11 November 2010
Alhamdulilah kondisi Haidar bener-bener dah pulih. Haidar dah kembali aktif, dah mau lari-larian. Senangnyaaaa…..! yang bikin tambah lega adalah, Alhamdulillah aku udah tau penyebab Haidar demam tinggi, waktu Haidar aku mandiin, di sekitar pungggung, dada, leher dan pantat muncul ruam-ruam atau rash. Ahhh…Haidar terkena Roseola ternyata, seperti dugaanku sebelumnya… :).

Roseola

Apa itu roseola? pengertian roseola dari kidshealth .
dan pengertian dari Mayo Clinic (udah diartiin) adalah sebagai berikut :

Roseola adalah penyakit yang disebabkan oleh virus jinak yg mnjangkiti bayi dan anak2 kecil. Roseola ini menyebabkan suhu badan yg meningkat selama beberapa hari, yang kemudian akan timbul bintik2merah di tubuh.Dua tipe virus herpes menyebabkan roseola yang biasanya menyerang anak-anak yg berumur antara 6 bulan hingga 3 tahun, walaupun terkadang menyerang dewasa juga. Hal ini sangatlah wajar, dan pada kenyataannya sebagian besar anak-anak pasti pernah terinfeksi virus ini pada saat mereka memasuki usia sekolah.Ada sebagian anak yg mengalami roseola ringan (tanpa adanya gejala penyakit), sementara sbagian lainnya menunjukkan gejala dan tanda2 adanya roseola ini.

Infeksi dapat terjadi pada saat kapanpun.Roseola bukanlah penyakit berat. Jarang sekali terjadi komplikasi jika tubuh mencapai suhu yang tinggi. Penanganannya cukup dengan intirahat,cairan, dan obat-obatan

Tanda- tanda dan Gejala
Biasanya tanda dan gejala terinfeksi akan timbul 1 atau 2 minggu
setelah anak Anda mengalami roseola dan terinfeksi virus – jika memang tanda dan gejala muncul (tidak selalu muncul).

Berikut gejala2 roseola:
Demam. Roseola biasanya diawali dengan demam, sering hingga 103 derajat farenheit/ 39 derajat Celcius. Selain itu,biasanya anak juga mengalami tenggorokan kering dan idung meler (pada saat atau sebelum
mengalami demam). Selain itu amandel membengkak juga mungkindialami bersamaan saat demam. Demam berlangsung selama 3 – 7 hari.
Bercak merah di tubuh (Rash).
Setelah demam mereda, akan timbul bercak merah di tubuh (walaupun tidak selalu). Rash ini berbentuk bintik-bintik atau bercak merah muda yang rata (flat) atau timbul(raised) . Bercak tersebut kadang dikelilingi oleh garis putih. Bercak akan timbul pertama kali di pundak, punggung dan perut, lalu menyebar ke leher dan lengan. Bercak2 ini tidak harus sampai ke kaki dan muka. Bercak ini tidak menyebabkan gatal dan tidak mengganggu penderita, dan akan hilang dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari.
Gejala-gejala roseola lainnya:Kelelahan, Rewel, Diare ringan, Nafsu makan menurun, Kelopak mata bengkak

Penyebab
Penyebab roseola yang paling sering adalah virus herpes tipe 6 (HHV6)atau HHV7. Virus-virus herpes tersebut berhubungan tetapi berbeda dengan virus herpes yang menyebabkan tenggorokan kering dan
herpes genital. Seperti penyakit lainnya yg juga diakibatkan oleh virus, contohnya flu, roseola menular melalui air ludah. Contoh, seorang anak yg sehat dapattertular jika menggunakan gelas minum,yang sama dengan anak yg sedang mengalami Roseola, anak yg sehat tersebut dapat tertular.Roseola mudah menular walaupun pada tubuh penderita tidak timbul bercak. Ini artinya, seorang anak yg sedang demam namun belum kelihatan roseola tetap berpotensi untuk menularkan penyakit ini kepada anak lain.Untuk itu, berjaga-jagalah dari kemungkinan anak anda mengalami roseola jika dia berinteraksi dengan anak alinnya yg memiliki penyakit tersebut karena proses penularan penyakit ini kadang tidak jelas.Tidak seperti cacar air (chickenpox) atau penyakit virus lainnya yg cepat menyebar, penyakit roseola jarang menyebar sedemikian cepatnya.

Faktor-faktor Resiko Bayi yang sudah lebih besar (biasanya antara 6 -12 bulan) paling mudah untuk terkena roseola karena mereka belum memiliki antibody untuk melawan berbagai jenis virus. Pada saat masih di dalam kandungan, bayi-bayi mendapat antibody dari ibunya yg akan melindungi mereka dari paparan infeksi saat dilahirkan. Namun begitu, sejalan dengan waktu, kekebalan tersebut akan menghilang.

Kapan perlu mengunjungi dokter? Roseola menyebabkan demam hingga 39 derajat Celsius (103 F) atau lebih. Biasanya DSA memerlukan pengecekan fisik anak untuk menghindari kemungkinan adanya penyakit lain yg lebih serius dari roseola. Anak anda dapat mengalami kejang demam (febrile seizure) jika dia mengalami demam yg terlalu tinggi, atau kenaikan suhu badan yang terlalu cepat (menyebabkan kita tidak sempat melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk menghindari kejang). Jika anak anda mengalami kejang yg tidak diketahui penyebabnya, segera hubungi dokter. Jika anak anda terjangkit roseola dan demam lebih dari 7 hari, atau jika bercak tubuh tidak menghilang setelah 3 hari, hubungi dsa anak anda. Apabila
stamina tubuh sedang melemah dan ternyata anda melakukan kontak dengan sesorang yg sedang mengidap roseola, hubungi dokter anda untuk berjaga-jaga dari kemungkinan anda tertular roseola tersebut, yang
bisa jadi lebih parah dibanding jika seorang anak mengalaminya.

BANDUNG, 6 -7 NOVEMBER 2010

DeaR,

Sebenernya ke Bandung minggu yang lalu rencana yang tidak terduga, rencana itu justru keluar dari mulut Mas Aat, sang misua.hehehehe. Memang pas banget momennya, pas sama Ultahnya si Mas yang jatuh tanggal 5 November (Jumat), dan ga jauh-jauh amat tanggalnya sama anniversary kita yang ke -3 tanggal 21 Oktober lalu. Dan pas banget sama minggu-minggu kelabu sebelumnya yang aku alami (ceritanya mau refreshing, hayyyaah guaya!). Oh ya, sempet ragu juga si untuk berangkat soalnya banyak beredar cerita di twitter kalo Bandung kena imbas debu vulkanik merapi,tapi akhirnya kita nekad jalan juga dengan Bismillah…. :p.

Jadilah Jumat malem kita berangkat ke Bandung dengan modal nekad dan kantong cekak (klo masalah ini mah, ga pake pergi ke Bandung juga dah cekak, hihihihi). Kita dah booking hotel dengan waktu mepet, Alhamdulillah dapet. Perjalanan ke Bandung diiringi hujan yang lumayan deres dan sedikit kabut (dah komat-kamit baca2 doa). Alhamdulillah Haidar ga rewel dan sampai tujuan dengan selamat. Jam 00.30 kita sampai di Bandung, masuk kamar hotel! *cateeet……dah berasa kayak abis pulang dugem aja kita, eh kurang pagi yak? hehehehe. Langsung tidooorrr!

SABTU, 6 NOVEMBER 2010

Sabtu paginya,kita dah siap-siap untuk berangkat ke kampung gajah, alamatnya ada di sini
Pengen ngajak Haidar main-main dan naik kuda disini, penasaran juga si mengingat banyak yang rekomen ke sini, hehehe. Sampai di kampung gajah sekitar jam setengah 10-an (ternyata deket bo dari hotel tempat kita nginep,ditambah suasana Bandung yang ga terlalu rame), jadi enakkk masih seger dan lumayan belum rame pengunjungnya…

1. Bumperboat
Wahana yang kita naikkin pertama kali,tadinya kita maunya naik kuda, tapi ternyata ga ada yang bisa buat Haidar, dan kalo naik harus sendiri. Karena Haidar dah heboh liat air di wahana bumperboat, jadilah kita naik wahana ini. Hmmm…..menurut kita si, wahana ini ga terlalu worthed buat kita, alasannya karena terlalu pendek lintasan buat ngayuh bumperboatnya dan yang paling utama adalah tidak direkomendasikan membawa anak yang tipikalnya ga bisa diem kayak Haidar dan udah kehebohan liat air sambil teriak-teriak “nyemplung, nyemplung” (pengen nyemplung ke air), jadi kita kurang menikmati wahananya. Oh ya durasi permainan ini kurang lebih 15 menit. Harga tiketnya : 50 ribu/bumperboat (isi 2 orang)

2. Delman
Ini adalah wahana kedua yang kita naikkin, dan menurut kita ini ga worthed juga, secara cuman keliling2 area kampung gajah dengan lintasan yang pendek, dan kurang menikmati soalnya Haidar ga terlalu tertarik dan ga bisa diem pengen turun….*fiuhhh, durasinya cuman sebentarr pulak, ga inget berapa lama. Harga tiketnya : 40 ribu/delman.

3. ATV atau Mini ATV
Yak, di wahana ketiga ini Haidar paling antusias ketimbang dua wahana sebelumnya. Karena wahana ini berhubungan sama nyetiiirrr, salah satu hal yang bikin Haidar suka tapi kadang bikin berantem sama ayahnya ( grecokin ayahnya pas nyetir, hehehe *notes : kita ga pernah berhasil mendudukan Haidar di carseat sejak bayi sekalipun ๐Ÿ˜ฆ ). Haidar puas banget naik wahana ini, soalnya bisa ikutan nyetir…. ๐Ÿ™‚ (Haidar duduk dipangku sama ayahnya). Harga tiketnya : 100 ribu/ATV

4. Playground Anak
Setelah puter-puter sampe bosen naik ATV, Haidar pengen main di playground ini. Ya! Haidar suka banget main di playgroud ini, semua mainan dia mainin, dari prosotan, jembatan keseimbangan, halangan, trampolin (wah ini dia seneeeennng bangeeet, kakak-kakaknya yang lebih gede dari umurnya dia malah takut dan nangis,hehehehe. Padahal ini buat anak umur 6 tahun. :p)., sampai naik sepeda (walopun,kakinya blm bisa gowes, ayahnya yg dorong, :p). Alhamdulillah Haidar termasuk anak yang berani dan cuek,jadi dia menikmati banget main disini dan ortunya ga rugi (dasar emak irit! :p). Oh iya, di wahana ini, kalo mau keluar sebentar untuk makan or mau ngapain, nanti bisa masuk lagi ke wahana ini, karena tiap kali masuk tangan kita semua dicap, termasuk anak. Harga tiketnya : 30 ribu/sepuasnya dan parents free. :D.

Menjelang makan siang,rupanya Haidar dah capek jadinya kita istirahat dulu untuk lunch dan Haidar makan siang. After makan siang, lanjuut lagi deh Haidar main (batere dah di charge,hehehe), kali ini dia main di taman-taman yang ada semacam terowongan-terowongan dan perosotan, lari-lari sana-sini, senen banget. Waktu ditawarin balik lagi ke playground Haidar masih semangat, dan main lagi….kali ini lebih banyak di trampolin. Finally Haidar capek beneran, dan minta pulang menjelang sore. Kita memutuskan untuk balik ke hotel dulu, karena ngelihat Haidar tertidur pulaaaas sambil senyum di mobil :). Tadinya si mau turun kebawah dulu menjelajah FO dan makanan, tapi apa daya sang bos kecil rupanya kecapean. :p.

Sore, habis sholat Ashar kita siap-siap lagi buat turun ke bawah,menjelajah FO dan makan sore ( ayah ibunya mau berburu sedikit baju, hehehehe ). Kita mampir dulu ke Paris Van Java, buat makan sore si Bos Haidar, sekalian kita juga si. trus baru menjelajah FO. Hasil berburu sore ini dapet jaket dan celana pendek buat Haidar, Ibunya dapet kemeja kerja, ayah dapet kemeja kerja juga… :). Kita pulang sampai hotel jam sembilan malem.

MINGGU, 7 NOVEMBER 2010

Pagi-pagi kita dah siap lagi naik ke D’Ranch, Haidar mau kita ajakin naik delman lagi dengan pemandangan yang berbeda… :). Sampai di D’Ranch masih sepi, dan udara masih segar. Kita keliling naik delman 2x puteran sambil liat bukit-bukit dan sapi-sapi. Disini Haidar tampak antusias ketimbang naik delman di Kampung Gajah kemarin. After Haidar main-main lagi trampolin (agaain Haidar ngotot main trampolin *fiuuh), kita turun untuk makan siang, liat-liat FO lagi (hehehe, lanjutan berburu kemarin :p), dan beli oleh-oleh buat Eyang+Kung dirumah.

Makan siang kita di Kedai Timbel Dago, di Dago lanjut berburu ke FO nyari yang belum ketemu kemarin, hehehe. Beli oleh-oleh dan pulang. Cuaca waktu itu kurang mendukung, hujan dan mendung. Jadinya kita sedikit basah-basahan. Menjelang pulang, sore waktu ashar ini mendadak Haidar demam, panas badannya. Waktu diukur suhunya mencapai 38.3 dercel (cerita sakit panasnya Haidar nanti diceritainnya). Dalam perjalanan pulang ke Jakarta, Haidar juga udah ga seceria sebelumnya, lebih banyak tiduran di pangkuan. Dan sampai dirumah diukur lagi suhunya masih tetap di suhu 38.3 dercel. :(. Cerita liburan di Bandung ditutup dengan Haidar sakit (kayaknya Haidar kecapean sangat), but tetep seneng si, karena kita bertiga menikmati liburan di Bandung ini,walaupun mendadak dan serba mepet, hehehehe. :).

Me-Remove Ticker I’ve Been BreastFeeding For..

DeaR,

Menghapus Ticker ini ternyata tak semudah yang dibayangkan dan dilakukan, jujur ticker ini merupakan ticker kebanggaan aku, yang menyatakan aku telah berhasil menyusui selama ini. Namun semua itu kembali lagi pada kenyataan ya…Aku ga mau membohongi diriku sendiri terlebih publik, kalau ternyata aku sudah tidak menyusui Haidar lagi. Dan baru hari ini keberanian itu ada, mengakui bahwa salah satu kebanggaanku tidak lagi kulakukan selama ini.

Haidar telah menunjukkan gelagat ogah-ogahan mimik ASI lagi sebenernya sejak menjelang usianya yang hampir menginjak 12 bulan, ditandai dengan mimik ASIP ( ASI Perah ) yang tidak sebanyak biasanya ketika aku berada di kantor, tetapi hanya mau mimik langsung dari aku langsung, jadi ketika aku pulang kantor Haidar ngebut nenennya. :-). Akhirnya banyak ASIPku yang didonorkan kepada ibuk-ibuk lain yang membutuhkan dan kubuat untuk campuran makanan (walaupun Haidar tidak terlalu suka juga), dan lebihnya lagi dengan amat sangat terpaksa kubuang *nangiss…

Ketika Haidar menginjak usia 13 bulan tepatnya ketika sembuh dari sakitnya, Haidar benar-benar menolak menyusu. Semua terjadi begitu saja, saat Haidar kuposisikan posisi menyusui dia menangis meraung-raung dan menolak dengan keras, aku mengalah dan mencari-cari apa penyebabnya, mungkinkah Haidar terkena “nursing strike”? apa ada suatu kejadian yang membuat Haidar tidak mau menyusui lagi? . Dan selalu kucoba tawarkan lagi, lagi dan lagi,namun Haidar tetap menolak dengan keras.
Setelah kurenungkan lagi, ga ada tanda-tanda itu diatas. Namun baru kusadari ternyata Haidar sekarang bila melihat putingku seperti melihat dalam pandangan seorang lelaki dewasa (maaf jika kalimatnya vulgar), terus terang akupun sedikit risih, mungkinkah itu penyebabnya? dan sampai sekarang juga seperti itu, tiap kali aku masih berusaha tawarkan untuk menyusui lagi.

Akhirnya setelah berulangkali mencoba dan mencoba, Haidar resmi tidak menyusui lagi diusianya yang ke 13 bulan lebih alias Haidar meng-Weaning dirinya sendiri. Sediiih? jelas! Ingin menangis rasanya….bahkan sampai sekarangpun aku selalu merindukan saat menyusui Haidar. Namun aku berusaha meng-Ikhlaskan diri bahwa Haidar sudah tidak mau menyusui lagi dan menghargai keinginan Haidar untuk tidak menyusui lagi. Haidar sekarang resmi minum Susu Pasteurisasi sebagai pengganti ASInya…

Dan keberanian meRemove Ticker I’ve Been Breastfeeding For….baru sekarang muncul. Mohon maaf jika sebelumnya aku masih mengakui kebanggaanku itu dan secara ga langsung membohongi diriku sendiri juga. *Nangis lagiii…

Alhamdulillah Haidar telah menyusui selama 1 Tahun 1 bulan lebih, terima kasih Ya Allah atas anugerah Air Susu Ibu yang telah KAU berikan kepadaku. Amiin.

Haidar Imunisasi Simultan MMR dan Hepatitis A

Dear,

Tanggal 06 Mei 2010 Haidar genap berusia 15 Bulan. Di usia Haidar yang menginjak 15 bulan ini, jadwal Imunisasi Haidar adalah MMR. Jujur ini adalah Imunisasi Haidar yang paling aku takuti dan khawatirkan. Padahal dah banyak banget baca buku, artikel maupun referensi ilmiah dan dapet pencerahan waktu ikutan PESAT Jakarta, tapi tetep aja rasa was-was ada. Hingga perkembangan Haidar selalu aku ikuti dengan detail dan selalu kuingat Haidar dah bisa apa aja. *terlalu paranoid yak? hehehehe.

Akhirnya setelah berdiskusi sana-sini, tanya-tanya sama para ibuk-ibuk yang anaknya sudah diImunisasi MMR lebih dahulu, dan BBG-an sama enak-emak di Happy Mommies aku memantapkan diri untuk meng-Imunisasi Haidar MMR, dan pilihan dokter yang akan melakukan Imunisasipun jatuh kepada Bunda Wati (dr.Purnamawati S.Pujiarto), sekalian juga melihat Pertumbuhan Haidar (khawatir TBnya dari GC grafiknya kok bergerak menurun) dan Perkembangan Haidar. *hehehehe, biar lebih mantap.

Alhamdulillah Haidar dapet untuk konsul ke Bunda wati di KMC di hari yang telah aku rencanakan sebelumnya. Saat Haidar ditimbang BBnya sekarang adalah 9.11 kg ( cuman naik 200 grm, hmm….pdhal kemarin naik sampe 600 grm *ikon mikir , sepertinya dia aktif banget memang akhir-akhir ini makanya naiknya irit ) dan TBnya sekarang adalah 73 cm ( Upss…makin khawatir, kok naiknya cuman 1 cm ya? *catatan dia diukur dengan cara berdiri dan Haidar mondar-mandir). Saat masuk ke ruang praktek dr.Wati langsung kuutarakan niatku dan meminta dr.Wati untuk menilai perkembangan Haidar sebelum diImunisasi, dan dr.Wati hanya tertawa terkekeh-kekeh, katanya “Haidar sehat kok, lagian ga ada hubungannya antara perkembangan anak dengan Imunisasi MMR”, aku jawab ” Iya si dok, *sambil pipi merah merona malu…hallah lebaay! , tapi untuk lebih menguatkan dok”. Kemudian dr.Wati menambahkan sekalian Imunisasi Hepatitis A ya? biar efektif dan nanti umur 2 tahun, Imunisasi yang tersisa tidak banyak, kau langsung mengiyakan setuju. Akupun menerangkan dengan detail tentang kekhawatirkanku tentang TB Haidar, dan aku tunjukkan print out plot GC Haidar tiap bulannya, dr.Watipun mememutuskan untuk diukur ulang dan Hasilnya? ternyata TB Haidar yang benar adalah 75cm! *huh!jadi bete sama susternya… dan Normal,namun kata dr.Wati tetap harus dipantau tiap bulannya. Kalau nanti perkembangannya menurun atau stagnan, konsultasikan dengan dr.ahli gizi atau dr,anak spesialis endokrin (cmiiw ya…pokonya spesialis ttg TB anak ). Oh ya, dr.Wati menyarankan untuk banyak-banyak main di udara terbuka, dilapangan suruh maen bola (hehehe, maklum rumah bukan di perumahan cluster, ga ada tamannya..jadi paling banter Haidar maen di carport alias teras samping parkir mobil :p).

Alhamdulillah legaaaanyaaa aku, ketakutan terbesarku terlewat sudah yaitu Imunisasi Haidar MMR, dan senaanngg bisa simultan Hepatitis A.. :-). Dan lebih senaaaannng lagi Pertumbuhan dan Perkembangan Haidar baiikkkk….Dan sampe tulisan ini dibuat Haidar semakin lancaaar ngomongnya dan semakin aktif,kosakata bicaranya juga semakin banyak. Alhamdulillah….

Haidar Sakit HFMD

Dear,

Tepat setelah usianya menginjak 12 Bulan alias 1 tahun tanggal 05 Februari 2010 yang lalu, Tanggal 23 Februari 2010 yang lalu, Haidar positif sakit HFMD.

Tanggal 22 Februari malam, 23 Februari , jam 03.00 dinihari
Haidar terbangun dari tidurnya dan menangis keras, ketika dipegang badannya suhunya tinggi alias demam, setelah kususui, aku ukur suhunya dan suhu demamnya 38,6 C.Terus terang panik dan kaget karena sorenya sebelum tidur Haidar tidak menunjukkan tanda-tanda demam ataupun tanda-tanda common cold lainnya. Tanpa pikir panjang aku beri Haidar paracetamol, takarannya sesuai dengan usianya.Haidar kembali tidur sementara aku dan suami terus terjaga.

Tanggal 23 Februari pagi hari, jam 06.00
Suhu Haidar masih tinggi, masih diangka 38 C, tadinya aku ingin tetap berangkat ke kantor saja, karena tanda-tanda sakitnya hanya demam. Tapi setelah Haidar dimandikan muncul semacam bintik-bintik seperti cacar air di kakinya, ciri-cirinya persis seperti cacar air, saat itu aku berkesimpulan klo Haidar kena cacar air, dan dikuatkan dengan Haidar belum di vaksinasi Varicella. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor, dan kebetulan suamiku sedang ada jadwal keluar kota, diapun cemas meninggalkan Haidar.

Tanggal 23 Februari jam 12.00
Sampe jam 12.00 suhu Haidar aku ukur terus tiap 2 jam sekali dan suhunya manteng teruss di 38C (walaupun telah diberi paracetamol tiap 6 jam sekali dan dibantu kompres air hangat), rasa khawatir mulai meninggi tapi aku berusaha bersikap rasional dan memantau terus Haidar. Haidar sudah terlihat tidak aktif, ga ada lagi canda,ga ada lagi tertawa, ga ada keliling-keliling merangkak dan usahanya dalam belajar jalan. Haidar hanya murung dan diam,makanpun dia ga semangat tapi mimik ASI masih mau…
Jam 12.00 setelah menyusui dan kupeluk erat-erat karena Haidar sudah muali rewel, dan lemas. Suhu badannya aku ukur, dan sungguh terkejutnya aku karena suhu Haidar merangkak naik menjadi 41,7 C. Saat itu rasionalku hilang, kulihat Haidar sudah setengah tak sadarkan diri, dia hanya diam dan meringkuk di pelukanku….aku panik dan takut. Spontan aku telp suamiku untuk segera pulang, maafkan aku ya Mas, saat itu suamiku hampir naik ke pesawat. Ibukupun ga kalah panik dan menyalahkan aku karena tidak segera dibawa kerumah sakit. Aku langsung menghubungi KMC untuk pendaftaran dan meluncurlah kesana.

Tanggal 23 Februari jam 13.00 di KMC
Tiba di KMC, suhu Haidar diukur dan Alhamdulillah turun di suhu 38,5C dan perilaku Haidar mulai normal serta kesadaran Haidar seperti biasanya, (sepanjang perjalanan ke RS aku susuin Haidar terus dan kompres dengan air hangat).
Saat masuk ke ruang praktek dokter, barulah diketahui kalo Haidar bukan sakit cacar air melainkan sakit HFMD dan bintik-bintik itu disebut dengan sariawan,dilihat dokter dimulutnya ada lagi bintik seperti di kakinya. Aku menceritakan dengan detail tata laksana demam yang telah aku lakukan ke Haidar, dokter bilang sudah tepat, sambil memberikan pengertian juga ke ibuku (yang sudah marah2in aku gara-gara aku ga cepet-cepet bawa Haidar ke RS), ga lama suamiku datang dan langsung berkonsultasi dengan dokter dan semakin memantapkan tata laksana yg kita lakukan sudah benar. Dan mengenai perilaku setengah sadar Haidar itu ternyata karena suhu badannya yang tinggi saat itu, makanya dia lemas dan terlihat setengah sadar.
Akhirnya kami pulang tanpa membawa oleh-oleh obat sama sekali, hanya observasi dan berikan paracetamol jika suhu Haidar sudah mencapai 39 C lebih, tapi tetap dipantau juga suhunya.
Dokter bilang HFMD ini nanti akan sembuh dan menghilang dengan sendirinya, bintik-bintiknya akan hilang seiring dengan normalnya suhu tubuh atau juga bisa bintik-bintik muncul baertambah banyak ketika suhu berangsur normal. Oh ya HFMD ini menular, oleh karena itu pisahkan selalu barang-barang termasuk peralatan makan yang digunakan oleh penderita.
Dokter juga bilang kalo terdapat tanda-tanda kegawatdaruratan baru bawa kembali ke RS.

Tanggal 23 Februari jam 15.00
Sampai dirumah, suhu Haidar masih tetap di angka 38 C, namun Alhamdulillah perilaku Haidar dah mulai seperti biasanya, mulai mau ngoceh-ngoceh. Alhamdulillah sedikit lega.

Tanggal 23 Februari jam 19.00
Suhu Haidar merangkak naik lagi manjadi 39 C, aku berikan parasetamol, disusuin dan dikompres air hangat terus-menerus dan Alhamdulillah 2 jam kemudian suhunya berangsur-angsur turun menjadi 37 C.

Tanggal 24 Februari
Suhu Haidar sudah normal, bintik-bintik sariawannya mulai memudar tapi masih ada

Tanggal 25 Februari
Suhu Haidar sudah normal dan bintik-bintik sariawannya sudah hilang dan bintik-bintik sariawannya tidak bertambah.

Tanggal 26 Februari s/d 29 Februari
Alhamdulillah Haidar sudah sembuh dan bebas dari sakit HFMD

Ini merupakan pelajaran RUM ( Rational Use Medicine) ku yang pertama, tetep aja yaa rasa panik dan khawatir itu tetep ada…Alhamdulillah aku dikelilingi dengan teman-teman dan sahabat yang selalu mendukungku, makasi to “happy mommies” dan Tyas yang selalu memberikan infonya. Pelajaran yang aku ambil adalah aku mesti harus belajar untuk tidak panikkan lagi dan lebih rasional.

Tentang HFMD ( dari temen Happy Mommies – AyuRayyan *peluuk Ayu )

Hand, foot, and mouth disease (HFMD)
is a common viral illness of infants and children. The disease causes fever and blister-like eruptions in the mouth and/or a skin rash. HFMD is often confused with foot-and-mouth (also called hoof-and-mouth) disease, a disease of cattle, sheep, and swine; however, the two diseases are not relatedโ€”they are caused by different viruses. Humans do not get the animal disease, and animals do not get the human disease.

Illness
The disease usually begins with a fever, poor appetite, malaise (feeling vaguely unwell), and often with a sore throat.
One or 2 days after fever onset, painful sores usually develop in the mouth. They begin as small red spots that blister and then often become ulcers. The sores are usually located on the tongue, gums, and inside of the cheeks.
A non-itchy skin rash develops over 1โ€“2 days. The rash has flat or raised red spots, sometimes with blisters. The rash is usually located on the palms of the hands and soles of the feet; it may also appear on the buttocks and/or genitalia.
A person with HFMD may have only the rash or only the mouth sores.

Cause
HFMD is caused by viruses that belong to the enterovirus genus (group). This group of viruses includes polioviruses, coxsackieviruses, echoviruses, and enteroviruses.
Coxsackievirus A16 is the most common cause of HFMD in the United States, but other coxsackieviruses have been associated with the illness.
Enteroviruses, including enterovirus 71, have also been associated with HFMD and with outbreaks of the disease.

How It Is Spread
Infection is spread from person to person by direct contact with infectious virus. Infectious virus is found in the nose and throat secretions, saliva, blister fluid, and stool of infected persons. The virus is most often spread by persons with unwashed, virus-contaminated hands and by contact with virus-contaminated surfaces.
Infected persons are most contagious during the first week of the illness.
The viruses that cause HFMD can remain in the body for weeks after a patient’s symptoms have gone away. This means that the infected person can still pass the infection to other people even though he/she appears well. Also, some persons who are infected and excreting the virus, including most adults, may have no symptoms.

HFMD is not transmitted to or from pets or other animals.

Untuk lebih jelas lagi bisa buka di http://www.mayoclinic.com or http://www.kidshealth.org