Posts tagged ‘Renungan’

Setahun Sudah Anakku HaidaR

Dear,

Maaf banget ya Nak….baru sekarang bisa menuliskan betapa bersyukurnya dan bahagianya Ibu, saat kau menginjak di Usia 1 tahun ini…Haidarku sayang. Ibunya lagi sibuk terus sama kerjaan kantor pas tepat di hari Ulang Tahunmu…

5 Februari 2010 lalu, anakku tersayang Haidar Musyaffa Khairulllah menginjak di usianya yang Satu Tahun! Bahagianyaaa dan bersyukur kepada Allah SWT, karena banyak sekali anugerah dan nikmat yang telah KAU berikan sejak kehadiran Haidar.

Terima Kasih Ya Allah, Engkau telah memberikan diriku Anugerah tak terhingga dengan memberikan aku ASI, sehingga aku dapat memberikan makanan terbaik untuk anakku sampai dengan setahun ini dan InsyaAllah sampai dengan dua tahun. Tak terhingga perjuangan yang aku hadapi saat-saat menyusui pertama kali, dari keragu-raguan dari keluarga sendiri, cibiran dan sindiran yang meragukan aku dapat memberikan ASIX kepada Haidar dan juga keragu-raguan yang sempat terbesit dalam hatiku, apakah ASIku cukup? tapi Alhamdulillah, semua itu berhasil dengan KEYAKINAN yang kuat dan DUKUNGAN dari Suamiku, serta Ibuku ( akhirnya mengucapkan selamat dan terharu aku bisa menyusui hingga sekarang ) yang senantiasa menjadi tempat bahuku bersandar dikala bimbang.

Juga setelah masa ASIX terlewati, masuk ke masa MPASI dimana aku memutuskan untuk tidak memberikan segala hal yang Instant ke Makanan Haidar ( walopun biskuit sekalipun! ), benar-benar perjuangan yang tiada henti karena dimasa ini aku benar-benar diuji keteguhan prinsipku, omongan miring sana-sini yang bilang aku termasuk orang yang serba repot dan ribet ( krn kemana-mana bawa perkakas MPASInya Haidar ), hingga dikait-kaitkan dengan berat badan Haidar yang tergolong tidak gemuk ( pandangan gemuk itu pasti sehat masih melekat banget, padahal belum tentu.. ). Dan sampai hari inipun kami selalu mendapat pandangan dan tatapan aneh dari lingkungan keluarga sendiri. Ya….terus berjuang dan belajar. Alhamdulillah aku amat bersyukur karena aku mempunyai Suami yang kompak dan benar-benar mendukung aku di saat-saat aku down dan juga Ibuku serta Ayahku yang selalu memberikan supportnya. Juga banyak hal lainnya termasuk Imunisasi,Vitamin,Penggunaan Obat Secara Rasional dikala anak sakit, benar-benar merupakan perjuangan tiada henti untuk Kesehatan Anak dan Investasi Kesehatan Anak di Masa Depan.

Beberapa hal yang aku dapat aku ambil dari perjalanan setahun ini bersama Haidar :
1. Teruslah belajar dan belajar sebagai orangtua, jangan hanya mau menerima suatu pandangan yang dianggap turun temurun yang belum tentu benar.
2. belajarlah membuka diri dan berbagi dengan yang lain, karena Ilmu Pengetahuan itu berkembang dan terus berubah.

“Meluruskan hal yang selama ini keliru dan telah tertanam secara turun temurun, bukanlah hal yang mudah, namun berkat KEYAKINAN dan KETEGUHAN kita, INSYA ALLAH akan berhasil”. Dan aku membuktikannya sendiri…. :-).

Dan akhirnya :

” SELAMAT ULANG TAHUN ANAKKU HAIDAR MUSYAFFA KHAIRULLAH”
Semoga umurmu senantiasa diberkahi Allah ya Nak…
Sehat dan Aktif selalu, jadi anak yang Sholeh
Dan jadi kebanggaan kami yaaa…Amiin.

KISAH NYATA : Bayi Usia 2 Hari Disuapi Pisang,dirawat di RS dan akhirnya meninggal

Dear All Friends,

Sebuah pembelajaran lagi untuk kita….sebagai ibu, agar dapat lebih rasiional dalam pemberian asupan ke bayi kita, sesuai dengan usianya dan keadaan pencernaannya.

Bahwa ada ungkapan ” kalo bayi menangis terus menerus berarti masih lapar, ASInya ga cukup, ASInya kurang dsbnya, sehingga harus dikasih makan pisang biar kenyang trus bisa diam dan tidur, adalah SALAH BESAR!!!!! ” . Jangan hanya berfikiran sempit, “itu dari orangtua jaman dulu yang sudah berpengalaman, dan pasti pendapat orangtua yang terbaik ” , tapi hendaknya kita terus MAU BELAJAR DAN MEMBUKA DIRI, agar kesalahpahaman, ketidaktahuan bisa diluruskan dan sekali lagi menghindari hal-hal seperti ini terjadi, dan tidak terjadi pada anak kita.

Mohon Maaf kalo ada kata2 yang salah…sungguh aku menangis mambaca kisah nyata ini

Mungkin masih inget cerita saya di milist ini tentang baby usia2hr yang disuapi pisang dan akhirnya rawat inap di RS.
Baby laki2 itu diberi nama Ahmad nur Syamsudin Utama (Tama).Tama meninggal dunia pada tgl 3Feb kemarin.

Setelah beberapa hari rawat inap di RS, Tama divonis dokter menderita kelainan sejak lahir. Yaitu dinding usus deket anus tidak berselaput, jadi tidak bisa pup sendiri dan harus diselang dan dipompa. Karena itu Dokter memutuskan untuk melakukan operasi sedini mungkin agar Tama bisa tumbuh normal.

Sebenarnya kami agak ragu dengan operasi tersebut karena setahu saya Tama pernah pup sendiri (2x) tanpa diselang yakni sebelum dan selama dirawat di RS. Akhirnya saya menyarankan untuk melakukan penundaan operasi selama beberapa hari agar kami bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan observasi lebih jauh dan saya sempet terpikir untuk mencari second opinion.
Tapi dokter meyakinkan bahwa itu hanya operasi kecil disekitar anus saja dan penundaan operasi dikhawatirkan akan terjadi infeksi.
Mendengar penjelasan seperti itu akhirnya membuat ibunya Tama pasrah dan menandatangani ijin operasi.

Tetapi sepertinya operasi itu tidak bisa dibilang operasi kecil, karena operasinya berlangsung sangat lama (dari pagi hingga sore). Pasca operasi, kondisi Tama ternya makin memburuk, terjadi infeksi pada luka bekas operasi. Akhirnya dokter menyuntikan antibiotik dosis tinggi dengan harapan luka tersebut cepat kering. Tapi rupanya Tuhan berkehendak lain. Infeksi Tama merambat sampai ke paru2. 9 hari pasca operasi, Tama menghembuskan napas terakhirnya.

Kondisi Tama sangat menyedihkan, bahkan mungkin bisa membuat semua orang yang melihatnya menitikkan air mata. Dengan jarum infus dikepala, mata di plester, hidung tertutup selang oksigen, dia harus puasa berhari2 dari menjelang operasi hingga meninggal (9hr),pernah dia diperbolehkan minum asi ibunya1x pakai botol tapi kemudian perutnya kembung jadi harus puasa lagi sampai menjelang ajalnya dia baru boleh minum asi lagi 1x (pakai botol juga), suhu badannya pun tinggi. Tama tidak bisa merasakan dekapan sang ibu sejak masuk RS hingga dia meninggal.
Subhanallah, baby sekecil itu sudah harus menanggung penderitaan sedemikian hebat.Dia hanya bisa menangis saat merasa haus dan kesakitan.

Saya atas nama keluarga besar Tama mengharapkan doa dari moms semuanya, semoga Tama mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Amin.