Posts from the ‘UngKaPaN HaTi’ Category

Hai Hai Again

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ,

Helllloow blog….after a long long time ago….
Baru mulai nulis lagiiii….
Mungkin juga sekarang ga sesering dulu menulis….

Setelah banyak peristiwa dan apa yang kualami selama setahun terakhir ini….
Aku banyak menginstropeksi diriku dan memahami serta menerima اِ نْ شَآ ءَ الله dengan hati lapang dan ikhlas.

Proses pendewasaan dan belajar lebih sabar,ikhlas,selalu berusaha positif thingking,selalu tersenyum walaupun terasa pahit merupakan pengalaman berharga buat aku

Melawan rasa ketakutan yang luarbiasa,mencoba bangkit walaupun perlahan lahan,bersemangaat dan menyenangkan diri sendiri merupakan hal terindah

Sangat berterimakasih kepada orang-orang tercinta,orangtua,suami (ini adalah suami terhebat buat aku,melewati masa2 sulit!makasi ya mas…I LOVE YOU FULL!!!), Haidarku tersayaaaang, sahabat2 diktr (walaupun hanya segelintir,the biggest support at the office!!!! :*), sahabat2 sekitar,trims semua atas supportnya. :D.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِِ
Ya Allah berikanlah aku selalu kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi semua ini. Hanya Allah-lah pelindung dan penolongku. Dan YAKIN Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk diriku. آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْن

Dan aku mintaa maaf Ya Allah jika aku masih selalu merasa down dan galau ketika hal itu terjadi lagi berulang-ulang tanpa tau kapan berakhir.

Semangaaaat….. :).
Dan ini Ayat-Ayat Sucimu Ya Allah yang selalu menjadi penyemangat…..اِ نْ شَآ ءَ الله,Amiiin.

♥ KENAPA AKU DIUJI…?
(Surah Al-Ankabut ayat 2-3)
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi.???

♥ KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN..?
(Surah Al-Baqarah ayat 216)
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

KENAPA UJIAN SEBERAT INI..?
(Surah Al-Baqarah ayat 286)
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

♥ RASA FRUSTASI..?
(Surah Al-Imran ayat 139)
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

♥ BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA..?
(Surah Al-Imran ayat 200)
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

(Surah Al-Baqarah ayat 45)
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

♥ APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI..?
(Surah At-Taubah ayat 111)
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

“Sesungguhnya Allah swt tidaklah menetapkan suatu keputusan, kecuali akan berakibat baik baginya” (HR. Ibnu Hibban dari Anas).

♥ KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
(Surah At-Taubah ayat 129)
Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal.

♥ AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!
(Surah Yusuf ayat 87)
Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.

“Sekiranya Aku uji salah seorang hamba-Ku yang beriman, kemudian ia memuji-Ku atas ujian itu, maka niscaya ia akan mendapat pahala yang mengalir tiada putus

Hasbunallah wani’mal wakil ni’malmaula wa ni’mannasir…
Cukuplah bagi kami Allah menjadi Tuhan kami dan Dialah sebaik2 yang membereskan segala urusan. Dialah sebaik2 Pemimpin dan Penolong…

Jangan MenyeraH

Dan lagu ini, selalu membuat diriku menangis sekaligus membesarkan hatiku.

D’Masiv – Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

Back to Reff 1
Back to Reff 2

Manusia Bodoh

DeaR,

akhir-akhir ini sering terngiang-ngiang lagu ini,entah apa yang sedang kurasakan.

Ada Band
Manusia Bodoh

Dahulu terasa indah
Tak ingin lupakan
Bermesraan s’lalu jadi satu
Kenangan manis

Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang ulang kali

reff :
Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang
Dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir

Tak ayal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Belum cukup membendungnya

Hanya kepedihan
Yang selalu datang menertawakanku
Engkau belahan jiwa
Tega menari indah di atas tangisanku

Repeat reff

Tapi sampai kapankah ku harus
Menanggungnya kutukan cinta ini

Semua kisah pasti ada akhir
Yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini yakinku indah

Repeat reff

Tapi sampai kapankah ku harus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu

Me-Remove Ticker I’ve Been BreastFeeding For..

DeaR,

Menghapus Ticker ini ternyata tak semudah yang dibayangkan dan dilakukan, jujur ticker ini merupakan ticker kebanggaan aku, yang menyatakan aku telah berhasil menyusui selama ini. Namun semua itu kembali lagi pada kenyataan ya…Aku ga mau membohongi diriku sendiri terlebih publik, kalau ternyata aku sudah tidak menyusui Haidar lagi. Dan baru hari ini keberanian itu ada, mengakui bahwa salah satu kebanggaanku tidak lagi kulakukan selama ini.

Haidar telah menunjukkan gelagat ogah-ogahan mimik ASI lagi sebenernya sejak menjelang usianya yang hampir menginjak 12 bulan, ditandai dengan mimik ASIP ( ASI Perah ) yang tidak sebanyak biasanya ketika aku berada di kantor, tetapi hanya mau mimik langsung dari aku langsung, jadi ketika aku pulang kantor Haidar ngebut nenennya. :-). Akhirnya banyak ASIPku yang didonorkan kepada ibuk-ibuk lain yang membutuhkan dan kubuat untuk campuran makanan (walaupun Haidar tidak terlalu suka juga), dan lebihnya lagi dengan amat sangat terpaksa kubuang *nangiss…

Ketika Haidar menginjak usia 13 bulan tepatnya ketika sembuh dari sakitnya, Haidar benar-benar menolak menyusu. Semua terjadi begitu saja, saat Haidar kuposisikan posisi menyusui dia menangis meraung-raung dan menolak dengan keras, aku mengalah dan mencari-cari apa penyebabnya, mungkinkah Haidar terkena “nursing strike”? apa ada suatu kejadian yang membuat Haidar tidak mau menyusui lagi? . Dan selalu kucoba tawarkan lagi, lagi dan lagi,namun Haidar tetap menolak dengan keras.
Setelah kurenungkan lagi, ga ada tanda-tanda itu diatas. Namun baru kusadari ternyata Haidar sekarang bila melihat putingku seperti melihat dalam pandangan seorang lelaki dewasa (maaf jika kalimatnya vulgar), terus terang akupun sedikit risih, mungkinkah itu penyebabnya? dan sampai sekarang juga seperti itu, tiap kali aku masih berusaha tawarkan untuk menyusui lagi.

Akhirnya setelah berulangkali mencoba dan mencoba, Haidar resmi tidak menyusui lagi diusianya yang ke 13 bulan lebih alias Haidar meng-Weaning dirinya sendiri. Sediiih? jelas! Ingin menangis rasanya….bahkan sampai sekarangpun aku selalu merindukan saat menyusui Haidar. Namun aku berusaha meng-Ikhlaskan diri bahwa Haidar sudah tidak mau menyusui lagi dan menghargai keinginan Haidar untuk tidak menyusui lagi. Haidar sekarang resmi minum Susu Pasteurisasi sebagai pengganti ASInya…

Dan keberanian meRemove Ticker I’ve Been Breastfeeding For….baru sekarang muncul. Mohon maaf jika sebelumnya aku masih mengakui kebanggaanku itu dan secara ga langsung membohongi diriku sendiri juga. *Nangis lagiii…

Alhamdulillah Haidar telah menyusui selama 1 Tahun 1 bulan lebih, terima kasih Ya Allah atas anugerah Air Susu Ibu yang telah KAU berikan kepadaku. Amiin.

Setahun Sudah Anakku HaidaR

Dear,

Maaf banget ya Nak….baru sekarang bisa menuliskan betapa bersyukurnya dan bahagianya Ibu, saat kau menginjak di Usia 1 tahun ini…Haidarku sayang. Ibunya lagi sibuk terus sama kerjaan kantor pas tepat di hari Ulang Tahunmu…

5 Februari 2010 lalu, anakku tersayang Haidar Musyaffa Khairulllah menginjak di usianya yang Satu Tahun! Bahagianyaaa dan bersyukur kepada Allah SWT, karena banyak sekali anugerah dan nikmat yang telah KAU berikan sejak kehadiran Haidar.

Terima Kasih Ya Allah, Engkau telah memberikan diriku Anugerah tak terhingga dengan memberikan aku ASI, sehingga aku dapat memberikan makanan terbaik untuk anakku sampai dengan setahun ini dan InsyaAllah sampai dengan dua tahun. Tak terhingga perjuangan yang aku hadapi saat-saat menyusui pertama kali, dari keragu-raguan dari keluarga sendiri, cibiran dan sindiran yang meragukan aku dapat memberikan ASIX kepada Haidar dan juga keragu-raguan yang sempat terbesit dalam hatiku, apakah ASIku cukup? tapi Alhamdulillah, semua itu berhasil dengan KEYAKINAN yang kuat dan DUKUNGAN dari Suamiku, serta Ibuku ( akhirnya mengucapkan selamat dan terharu aku bisa menyusui hingga sekarang ) yang senantiasa menjadi tempat bahuku bersandar dikala bimbang.

Juga setelah masa ASIX terlewati, masuk ke masa MPASI dimana aku memutuskan untuk tidak memberikan segala hal yang Instant ke Makanan Haidar ( walopun biskuit sekalipun! ), benar-benar perjuangan yang tiada henti karena dimasa ini aku benar-benar diuji keteguhan prinsipku, omongan miring sana-sini yang bilang aku termasuk orang yang serba repot dan ribet ( krn kemana-mana bawa perkakas MPASInya Haidar ), hingga dikait-kaitkan dengan berat badan Haidar yang tergolong tidak gemuk ( pandangan gemuk itu pasti sehat masih melekat banget, padahal belum tentu.. ). Dan sampai hari inipun kami selalu mendapat pandangan dan tatapan aneh dari lingkungan keluarga sendiri. Ya….terus berjuang dan belajar. Alhamdulillah aku amat bersyukur karena aku mempunyai Suami yang kompak dan benar-benar mendukung aku di saat-saat aku down dan juga Ibuku serta Ayahku yang selalu memberikan supportnya. Juga banyak hal lainnya termasuk Imunisasi,Vitamin,Penggunaan Obat Secara Rasional dikala anak sakit, benar-benar merupakan perjuangan tiada henti untuk Kesehatan Anak dan Investasi Kesehatan Anak di Masa Depan.

Beberapa hal yang aku dapat aku ambil dari perjalanan setahun ini bersama Haidar :
1. Teruslah belajar dan belajar sebagai orangtua, jangan hanya mau menerima suatu pandangan yang dianggap turun temurun yang belum tentu benar.
2. belajarlah membuka diri dan berbagi dengan yang lain, karena Ilmu Pengetahuan itu berkembang dan terus berubah.

“Meluruskan hal yang selama ini keliru dan telah tertanam secara turun temurun, bukanlah hal yang mudah, namun berkat KEYAKINAN dan KETEGUHAN kita, INSYA ALLAH akan berhasil”. Dan aku membuktikannya sendiri…. :-).

Dan akhirnya :

” SELAMAT ULANG TAHUN ANAKKU HAIDAR MUSYAFFA KHAIRULLAH”
Semoga umurmu senantiasa diberkahi Allah ya Nak…
Sehat dan Aktif selalu, jadi anak yang Sholeh
Dan jadi kebanggaan kami yaaa…Amiin.

Rasa Kecewa Yang Terselip…

DeaR,

Rasa kecewa yang terselip di dada ini sepatutnya tidak aku rasakan, karena rasa kecewa itu ada karena hasil ulahku sendiri….

Aku melihat sesuatu yang tidak seharusnya aku ulik-ulik lagi dan tidak kucari-cari lagi hanya karena satu alasan “penasaran”, “seperti apa si dia?”, dan pada akhirnya aku melihatnya dengan jelas,jelas dan jelas tidak sekedar mereka-reka atau menebak-nebak “how does she look???” .

Ouwww ouwww ouwww…..ternyata “dia” begitu mirip denganku, secara perawakan, berjilbab juga, kecil, berkacamata, dan berkulit putih juga ( ya iyalah….orang “seberang” ). Mungkin ciri fisik ini yang membuat aku sedikitnya cemburu, kecewa atau apalah….. :-(.

Aaahhh andaikan aku dan pasanganhidupku langsung bertemu tanpa membawa masa lalu masing-masing yang terpatri dengan sejuta warna dan kenangan, pastinya aku tidak merasa seperti ini dan aku tidak pula berlaga bak detektif mencari tahu, tahu dan mengulik-ngulik ( something stupid ).

Tapi siapa yang tidak punya masa lalu? semua orang pastinya punya. Dan mengapa harus ada masalalu?

Akhirnya ART itu pergi juga dari kehidupanku

DeaR,

Update cerita tentang ARTku yang menguji kesabaran beberapa hari yang lalu, akhirnya sebelum waktunya kupulangkan dia dah minta pulang duluan, Kamis kemarin selepas waktu berbuka puasa. Awalnya aku ingin berbagi sedikit dengan dia, yahhh menambah uang gajinya ( yang seharusnya dibayar 3 minggu kerja, tapi akhirnya kubayar full juga ) sebagai gantinya THR yang belum berhak dia dapatkan karena belum lama kerja dengan beberapa bingkisan hari raya, namun…akhirnya aku mengurungkan niatku ( maafkan aku Ya Allah telah mengurungkan berbuat baik padahal dah niat…:-( ), pertimbangannya tentu saja sikap yang dia tunjukkan tidak kunjung membaik tapi malah makin memburuk. Tepatnya aku juga ga bias menduga dengan tepat apa yang membuat dia mendadak pulang, karena aku belum memberitahu dia kalo dia akan aku pulangkan sabtu pagi besok dan aku ga kasak-kusuk menandakan orang mau pulang kampung. Tapi mungkin gara-gara ibuku yang hari rabunya menyuruh dia membersihkan kamar mandi belakang karena nampak kotor belum dibersihkan ( pdhl jadwalnya hari senin ) tapi dia ngeyel dia bilang kan “bersihinnya seminggu sekali bu, tiap senin” tapi kata ibuku “bersihkan sekarang karena senin kita mo pulang” . Yah gara2 perkataan ibuku itu ART itu langsung bilang ” berarti saya pulang dong bu?” , ibu bilang ya liat nanti bekum tentu senin kita pulang kampung, wew…tapi amazing..langsung deh dia sekalian bersihin kamar mandi dalam ( kamarku ) dengan semangatnya. Sepertinya dia udah ga betah juga kali ya mengingat aku dah mendiamkan dia sejak peristiwa “remote” itu…dan ga pernah ngomong lagi sama dia kecuali kepaksa.

Nah..akhirnya kamis sore itu dateng juga, aku pulang kantor, makan trus sholat begitujuga anggota keluarga lainnya. Selesai, ART itu dengan hebohnya turun dari tangga ( kamar ART kebetulan berada di atas bareng ruang setrika ), tanpa babibu langsung bilang ke suami ” pak, saya mau pulang sekarang ajah! takut kemaleman di jalan! ” dengan nada yang amat sangat kasar dan seperti setengah mengancam ” gaji gue mana??? ” . Ya Allah tarik nafas panjang…sabar, beberapa detik lagi dia akan pergi! begitu batinku dalam hati. ART itu pamit hanya pada suamiku ( terutama karena dia merasa yang menggaji dia adalah suamiku ) kalo ga diingetin pamit sama aku, dia juga ga pamit….dengan kata-kata minta maaf yang penuh dengan basa-basi ga jelas!. ART itu pulang dengan membawa gaji full sebulan+ongkos pulang ke kampungnya+sekaleng biskuit+sirup dengan wajah yang sumringah….

Sesaat setelah ARTku pergi, Ibuku baru berani cerita ke aku tentang beberapa kejadian dirumah selama aku ga ada, katanya kalo diceritain ke aku sebelum ART itu pergi nanti aku jadi tambah stress….hehehe. :-). Dan inilah ceritanya :

1. Waktu Ibuku menyuruh ART itu untuk mengganti sapu untuk menyapu karena dianggapnya terlalu kecil, dia ngeyel katanya aku nyuruhnya pake sapu itu ( emang si aku yang nyuruh pake sapu itu, aku pikir cukup bersih untuk nyapu, tp seharusnya dia nurut aja ya dengan kemauan ibuku tanpa banyak alesan ), Ibuku bilang kalo pake sapu yang kecil nanti kurang bersih. Lalu ART itu menjawab “Ibu ( aku ) soalnya ga pernah pegang sapu” . Ya Allah jawabannya cukup membuat hati panas ya..lalu ibuku kesel juga dan bilang ” bukan ga pernah pegang sapu, tapi udah ada yang sapuin “.

2. Waktu aku akan pergi ke dokter buat imunisasi Haidar, Ibuku menyuruh ART itu untuk membukakan pagar waktu mobilku keluar, ART itu jalan menuju keluar rumah, tapi apa yang dia ucapkan ” udah bu. udah ada bapak ( ayahku ) yang bukain pagar, dan dia kembali duduk sambil nonton TV!!!!! ” Ya ampun….emang bapakku sapa??? dia sapa???? loh seharusnya bukannya dia menghampiri bapakku dan mengatakan “sini pak, biar saya bukakan pintu pagarnya “??? bukannya malah langsung melengos masuk ke dalam rumah trus nonton TV seolah-olah bapakku tu temennya sesama pembantu???. Ya Allah……aku ajah ga pernah membiarkan bapakku membukakan pintu pagar untuk aku kecuali dalam ke

ya itu hanya beberapa dari banyak kejadian yang benar-benar menguras energi kesabaranku… oh ya, waktu hari pertama kerja ARTku pernah bilang ” saya suka antara majikan dan pembantu itu ga ada batesnya, saya ga suka kalo dibatesin”. Ya Allah saat itu yang terpikir olehku yang ga ada batesnya tu komunikasi antara kami, maksudnya ga kaku gitu. Ya ampun ternyata yang ada dipikiran ARTku itu dalam segala hal, punyanya majikan punya dia juga, dan semua sama. Pantes selama ini ARTku itu ga ada sopan santunya sama sekali.